05
May
11

my…

Dari judulnya saja sudah membuat penasaran ya :D :D yah mungkin bagi sebagian orang tulisanku ini menarik untuk dibaca, tapi untuk sebagian yang lain mungkin sama sekali tidak menarik hmmm… kamu tidak akan tau kalo belum membacanya :D :D

THE ORIGIN…

Kisah ini dimulai saat untuk pertama kalinya aku “serius” untuk mencintai :) , Tidak jauh2x aku jatuh cinta dengan teman kuliahku  she was taller than me smarter than me…  lho kok malah seperti liriknya justin bibir :D :D , pendek kata dia adalah seorang wanita yang spesial dimataku ( :D :D ini adalah penggambaranyang paling diplomatis :D ) Seiring dengan berjalannya waktu rasa sukaku mulai tumbuh subur seperti jamur yang menjamur di musim hujan yang lembab :P tidak terasa sudah 3 semster sedikit demi sedikit aku memupuk rasa ini, dan aku rasa aku sudah siap untuk memasuki “tahap” selanjutnya yah kurang lebih begitulah pikiranku :) , dengan berbagai pertimbangan aku mulai merencanakan bagaimana caranya untuk membangun jembatan untuk menyampaikan perasaaaku ini padanya (atau istilah kasarnya “nembak” :D :D )

Setelah berkutat tidak karuan mencari strategi yang tepat akhirnya aku putuskan untuk “rush” saja karena aku sendiri yakin dia nggak akan membalas perasaanku ini T_T, dan akupun dapat melihat hal tersebut dengan SANGAT jelas, tapi tujuanku hanyalah menyampaikan perasaanku ini padanya tanpa mengharap imbalan apapun, yang penting dia tahu, dan aku bisa lega dan meneruskan hidupku (:D :D sok bijak mode ON)

Hari itu berlalu seperti biasa, aku tidak menyangka akan terjadi “sesuatu” ti ti tit ti Hpku berbunyi  (waktu itu hapeku masih HP jadul Nokia 3210 :D ) ternyata aku mendapat sms dari teman baikku ternyata isinya adalah sebuah kabar gembira, akhirnya temanku berhasil mendapakan seorang pacar “bagus dong pikirku :) ” Tetapi seperti tidak percaya aku mebaca lagi SMS itu untuk kedua kalinya ternyata wanita yang dimaksud menjadi pacarnya adalah wanita yang selama ini selalu mengisi hatiku… rasanya ingin kubanting HPku tapi sayang aku cuman punya satu HP lagian HP itu bukan aku yang beli, dengan berat hati aku beri ucapan selamat kepada temanku tadi dan juga ucapan selamat kepada “dia” wanita yang ada di hatiku  “selamat ya akhirnya kamu tidak sendiri lagi” ya kira2x begitulah isi SMSku, HP segera aku taruh di meja dan aku langsung tidur.

Aku tak bisa berkata apa… bingung kesal campur menyesal kenapa tidak aku ungkapkan perasaanku sejak dulu, setahun yang lalu… Aku terjebak ditengah2x perasaaku sendiri sejak saat itu aku mencoba menjauhkan diri dari mereka berdua, aku sama sekali tidak ingin mendengar cerita tentang mereka, aku tidak mau mendengar cerita temanku saat mereka nonton film bersama di hari minggu, saat mereka makan diluar “Its so irritating, i really want to say Shut the F*** upbut he’s my friend i just can’t throw those harsh word to him *sigh. Aku cuman bisa tersenyum saat teman baikku menceritakan kegiatannya dengan pacarnya it’s my fake smile…

“If she happy then i have no reason to cry”


MY HEART IS…

Entah beberapa bulan kemudian terjadi gampa besar di Yogyakarta, saat gempa itu terjadi aku sedang berada di kos teman baikku tadi. sehari sebelumnya aku mengikuti sebuah kunjungan study ke Semarang, kebetulan aku satu bus dengan “dia” wanita yang telah mengisi hatiku…  Meskipun aku sudah berusaha menjauh tapi seperti gravitasi sepertinya dia selalu menarikku untuk mendekat atau kakiku sendiri yang secara naluriah berusaha mendekat kepadanya, hari itu seharian aku memang tidak memiliki banyak kesempatan untuk menatap wajahnya lama2X akan tetapi seharian itu aku selalu berjalan di belakangnya, menatap punggungnya, sambil berpikir mungkin cuma sedekat ini aku bisa mendekat karena sudah ada orang lain yang berjalan di “samping”nya, sampai sekarang aku masih menggangap hari itu sebagai salah satu hari terbaik dalam hidupku karena aku bisa puas menatapnya seharian :) . Hari berikutnya terjadilah gempa besar di Yogyakarta.

Nokia 3210… aku sangat menyukai HPku ini karena HPku tersebut adalah saksi betapa aku kebingungan karena tidak bisa mangetahui kabar “dia”  wanita yang mengisi hatiku, pagi itu saat gempa terjadi Batere HPku sudah drop tidak dapat nyala lagi sesampainya di rumah lagi dan mengetahui kalau keluarga di rumah baik2x saja  satu2x yang ada di kepalaku adalah “bagaimana keadaanya?”,  “bagaimana kalau terjadi sesuatu kepadanya?” saat itu aku seperti orang kebingungan karena HPku mati aku tidak dapat menghubungi “dia” dan memastikan keadaannya. setelah mendengarkan berita di radio yang mengabarkan betapa parahnya bencana tersebut aku semakin khawatir dengan keadaan “dia”. sebagai usaha terakhir akhirnya aku menjemur batere HPku selama kurang lebih setengah jam kemudian aku pasang lagi dan coba aku hidupkan HPnya dan ternyata bisa hidup!!!!! aku langsung SMS “dia” menanyakan keadannya, lima menit kemudian “dia” membalas SMS ku “dia” dan kelurganya baik2x saja. saat itu juga aku merasa amat suaaaaaaaaangat lega….. dan aku sudah tidak peduli lagi dengan gempa susulan yang masih terasa “yang penting di baik2x saja” begitu pikirku :) “.

THE HYPOCRITE…

Beberapa bulan kemudian “dia” mengajakku menjadi sukarelawan sebagai follow up dari bencana gempa yang terjadi di Yogyakarta, aku tidak bisa membohongi perasaanku pada waktu itu aku sangat senang karena aku akan dapat bertemu dengan  “dia” setiap hari :) . semua berjalan seperti biasa aku kembali mengalami hari2x terbaik dalam hidupku saat dimana aku bisa menghabiskan waktu bersama “dia”, meskipun aku sendiri sadar bahwa “dia” telah memiliki pacar yaitu teman baikku sendiri, aku sudah tidak dapat membendung perasaanku ini, aku memantapkan hatiku “apapun yang terjadi aku akan mengungkapkan perasaanku ini padanya, aku sudah tidak peduli dengan apa yang akan dikatakan teman baikku yang penting aku dapat mengangkat beban berat yang ada di dadaku ini aku akan memberitahu dia perasaanku” begitulah pikirku saat itu. pada hari H aku mau ngomong ke “dia” ternyata dia sakit :( terpaksa aku harus menunda “misi suci” ku. Hari berikutnya… datang lagi sebuah SMS dari teman baikku.

“Aku putus dengan dia” kurang lebih begitu isi SMS dari temanku baikku APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! reaksi pertamaku adalah bingung. aku tidak tahu harus bagaimana apakah aku harus senang karena akhirnya aku punya kesempatan atau aku harus ikut sedih karena saat tersebut temanku sedang sepertinya cukup sedih. Satu hal yang pasti aku akhirnya mengurungkan niatku untuk mengungkapkan perasaanku kepada “dia” (LAGI) sekali lagi aku gagal membangun jembatan untuk menyampaikan perasaanku kepada “dia”…

Aku tidak tahu apa yang terjadi kepada mereka atau apa yan menyebabkan mereka putus, dan aku juga tidak tertarik untuk mengetahuinya. Hari berikutnya aku masih bekerja menjadi sukarelawan bersama “dia” seperti hari2x biasanya seakan2x tidak terjadi apa2x, dan aku juga tidak tertarik ntuk membicarakan topik itu dengan “dia”. Siang itu “dia” mendapat telepon dari teman baikku dan karena telepon tersebut sepertinya “dia” menjadi sedikit “gusar”beberapa menit kemudian giliran teman baikku meneleponku, dia bertanya berbagai hal mengenai “mantan”nya tersebut.

Hari itu “dia” selalu terlihat gusar terutama setelah mendapat telepon dari teman baikku tadi, spontan saja aku mencoba bercanda dengannya, tapi dia malah marah kepadaku. Aku sendiri tidak mengerti dia sedang sedih, marah, atau kesal, mungkin aku sudah keterlaluan karena menjadikan kondisinya saat itu menjadi bahan becandaan. Sepertinya “dia” menjadi sedikit kesal jika aku menyebut soal teman baikku tadi atau “mantan” pacaranya. Sejak saat itu aku tak pernah membicarakan lagi tentang teman baikku tadi di depan “dia” bahkan sampai sekarang pun aku tidak akan membicarakan tentang teman baikku tadi kalau dia tidak bertanya.

Entah kenapa sejak saat itu sepertinya “dia” menjaga jarak dariku, munkin itu cuman perasaanku saja tetapi tetap saja aku merasa dia menjaga jarak dariku, jika dia hanya berdua bersamaku suasananya menjadi sangat “kaku” sepertinya aku terkena getah dari putusnya hubugan mereka, padahal aku sendiri tidak tahu apa2x, aku merasa “dia” semakin jauh saja…  Rencanaku untuk meberitahukan perasannku kepada “dia” gagal total akhirnya aku tunda lagi hingga waktu yang belum ditentukan… sepertinya aku harus terus merasakan beban penderitaan karena perasaan cintaku sendiri :( .

Beberapa hari kemudian teman baikku tadi datang kerumahku sepertinya dia cukup tertekan dengan putusnya hubungannya dengan “dia”, hari itu dia menginap di tempatku, dan seperti yang aku duga akhirnya aku jadi tempat curhat masalahnya dengan “mantan” pacaranya . AAAARRRRRRGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHH why me!!!!!!!!! tapi aku tidak punya pilihan lain selain mendengar, semalaman itu aku harus mendengarkan kisah pacaran temenku tadi dengan orang yang selama ini aku sukai, Rasanya seperti terror yang tidak berakhir tapi aku tidak punya pilihan lain… ketika dimintai saran aku selalu memberikan pendapat yang diplomatis dan tidak memihak, Entahlah aku sendiri jadi bingung apakah aku harus senang karena akhirnya “dia” single lagi atau harus ikut sedih karena temanku baru aja putus.

Namun pada akhirnya ada satu hal yang jelas bahwa akhirnya aku yang tergencet di tengah dan aku harus mengorbankan perasaanku sendiri, “dia” adalah “mantan” pacar teman baikku apakah pantas aku tiba2x  ngomong ke “dia” kalau aku menyukainya… apakah itu pantas… dilain pihak “dia” seakan2x berusaha menjaga jarak dariku karena aku adalah teman baik “mantan” pacarnya.  i always  feels that she treat me as a spy from her ex *sigh.

Pada suatu hari aku main ke kos teman baikku tadi di sana teman2x ku yang lain juga ada di situ. Tiba-tiba muncul pembicaraan mengenai temanku dan mantan pacarnya atau “dia” karena teman2x ku tadi beda jurusan maka mereka tidak terlalu mengeal “dia”, mereka kemudian bertanya kepadaku, seperti apa sih dia kok (teman baikku) bisa sampai segitunya hanya karena mereka putus ?? is she that pretty ?? aku berpikir sejenak berusaha menjawab pertanyaan ini ” “dia” adalah hal yang memberiku tujuan baru untuk terus berjalan, “dia” adalah wanita spesial yang mengisi rongga2x dihatiku yang sudah mulai keropos dimakan kesepian, shes my finish line” kira2x itulah yang ada dalam hatiku tapi yang terucap dari mulutku “”dia” biasa saja”… saat itu juga aku merasa menjadi seorang penhianat karena mengatakan bahwa “dia” “biasa” aku telah menghianati hatiku sendiri aku pun mulai merasa diriku sangat2x kecil. “Jika aku tidak bisa “membela” “dia” apakah aku pantas aku berada di sisinya, hal itu terus menggangu pikiranku… aku merasa aku  sama sekali  tidak pantas untuk “dia”…

Bersambung ntar aku tulis lagi kelanjutannya :)

08
Jun
10

Colosal Breakdown

“Dingin……”

Perlahan tapi pasti hujan gerimis terus turun, sejenak aku menengok jam dinding sekilas aku dapat melihat waktu menunjukkan jam 1 pagi…. sudah 4 jam gerimis ini menghiasi malam. Mataku kini adalah musuhku, entah kenapa meskipun aku sudah berusaha untuk memejamkan mataku tetap saja kelopak mataku sulit untuk terlelap.

“Atau mungkin karena tadi siang aku sudah minum dua gelas kopi…”

Kepalaku yang lelah mencoba mengurai benang kusut yang terus-menerus menyelimuti pikiranku. Tak lebih dari dua puluh menit aku sudah memejamkan mataku tetapi  tetap saja tanpa hasil, aku tak berhasil mengelabuhi pikiranku. sekilas aku bisa melihat lampu jalan yang ada di depan rumahku cahayanya yang menyilaukan perlahan menyeruak menerobos tirai jendela kamarku yang sedikit tersingkap, mengirimkan cahaya redup di ruanganku yang gelap.

“Apakah aku akan terus seperti ini?….. seperti ruangan ini  terus berada di kegelapan…   “

Untuk sesaat aku merasa cahaya lampu yang menerobos kedalam kamarku bagaikan sebuah udara segar sebuah keindahan yang tak tertahankan. Cahanya putih berpendar dari sebuah neon ukuran besar yang terpasang kokoh pada sebuah tiang listrik. Bagaikan seekor ngengat mataku terus terbang menuju cahaya… hingga akhirnya terhenti ketika cahaya tersebut tidaklah indah lagi akan tetapi lebih tepat disebut sebagai siksaan.

Nafasku mulai melambat sesat setelah pikiranku mulai mengembara, menjelajahi ruang- yang besar yang berada di dalam kepalaku, membuka kembali peti-peti berisi kenangan dan harapan…………..

to be continue to next post

20
Apr
10

My First Script that actually works

setelah mendapat sedikit pencerahan dari sebuah bukau akhirnya aku coba untuk menulis script rgss2 pertamaku dan hasilnya adalah seperti ini.

code start here
#——————————————————————————
# Language select
#——————————————————————————
# scene buat milih bahasa
# game message dibuat dengan conditional branch if switch 002=on textnya ditulis dalam
# bahasa inggris trus kalo switch 003=on textnya ditulis dalam bahas indo, trus
# scwith 002 dan 003 diubah via script di scene_Option
#——————————————————————————
module NO2
  NO2::ENG        = “English”
  NO2::IND        = “Bahasa Indonesia”
end 
#==============================================================================
# ** Scene_Option
#——————————————————————————
#  Option milih bahasa.
#==============================================================================
class Window_Lang_Title < Window_Base
  #————————————————————————–
  # ? window help
  #————————————————————————–
 def initialize
  super(0, 0, 640, 56)
    refresh
  end
  #————————————————————————–
  # ? window title text
  #————————————————————————–
 def refresh
    text1 = “Chose your langguage”
    text2 = NO2::ENG
    text3 = NO2::IND
    self.contents.clear
    self.contents.font.color = normal_color
    self.contents.draw_text(220, 0, 420, WLH, text1, 0)
  end
end
#—————————————————————————-
# language indicator window
#—————————————————————————-
class Window_Lang_active < Window_Base
  #————————————————————————–
  # ? window help
  #————————————————————————–
 def initialize
  super(0, 56, 640, 56)
    refresh
  end
  #————————————————————————–
  # ? window active text
  #————————————————————————–
 def refresh
    text1 = “Curent language”
    text2 = NO2::ENG
    text3 = NO2::IND
    self.contents.clear
    self.contents.font.color = normal_color
    self.contents.draw_text(20, 0, 420, WLH, text1, 0)
  end
  # nampilin bahasa yang active masih bingung, kalo scriptnya dalam bahsa indonesia
  # kayak gini: jika switch 002 on maka tulis NO2::ENG di (220,0,420) jika yang on
  # swith 003 maka tulis NO2::ENG di (220,0,420)   ##elseif??## trus biar bisa update
  # secara real time ketika pilihan english ato indonesia di pilih gimana ya??
end   

class Scene_Lang < Scene_Base
  #————————————————————————–
  # * Start processing
  #————————————————————————–
  def start
    super
    create_menu_background
    create_command_window
    @help_window = Window_Lang_Title.new
    @Lang_Active = Window_Lang_active.new
  end
  #————————————————————————–
  # * Post-Start Processing
  #————————————————————————–
  def post_start
    super
    open_command_window
  end
  #————————————————————————–
  # * Pre-termination Processing
  #————————————————————————–
  def pre_terminate
    super
    close_command_window
  end
  #————————————————————————–
  # * Termination Processing
  #————————————————————————–
  def terminate
    super
    dispose_command_window
    dispose_menu_background
    @help_window.dispose
    @Lang_Active.dispose
  end
  #————————————————————————–
  # * Return to Original Screen
  #————————————————————————–
  def return_scene
    $scene = Scene_Option.new #$scene = Scene_menu.new(0)
  end
  #————————————————————————–
  # * Frame Update
  #————————————————————————–
  def update
    super
    update_menu_background
    @command_window.update
    if Input.trigger?(Input::B)
      Sound.play_cancel
      return_scene
    elsif Input.trigger?(Input::C)
      case @command_window.index
      when 0  # ENG
        lang_ENG
      when 1  # INA
        lang_IND
      when 2  # cancel
        command_cancel
      end
    end
  end
  #————————————————————————–
  # * Update Background for Menu Screen
  #————————————————————————–
  def update_menu_background
    super
    @menuback_sprite.tone.set(0, 0, 0, 128)
  end
  #————————————————————————–
  # * Create Command Window
  #————————————————————————–
  def create_command_window
    s1 = NO2::ENG
    s2 = NO2::IND
    s3 = Vocab::cancel
    @command_window = Window_Command.new(172, [s1, s2, s3])
    @command_window.x = 224
    @command_window.y = (480 – @command_window.height) / 2
    @command_window.openness = 0
  end
  #————————————————————————–
  # * Dispose of Command Window
  #————————————————————————–
  def dispose_command_window
    @command_window.dispose
  end
  #————————————————————————–
  # * Open Command Window
  #————————————————————————–
  def open_command_window
    @command_window.open
    begin
      @command_window.update
      Graphics.update
    end until @command_window.openness == 255
  end
  #————————————————————————–
  # * Close Command Window
  #————————————————————————–
  def close_command_window
    @command_window.close
    begin
      @command_window.update
      Graphics.update
    end until @command_window.openness == 0
  end
 
  #————————————————————————–
  # english on indonesia off
  #————————————————————————–
  def lang_ENG
    Sound.play_decision
    RPG::BGM.fade(800)
    RPG::BGS.fade(800)
    RPG::ME.fade(800)
    $game_switches[002] = true
    $game_switches[003] = false
 end
  #————————————————————————–
  # english off indonesia on
  #————————————————————————–
  def lang_IND
    Sound.play_decision
    RPG::BGM.fade(800)
    RPG::BGS.fade(800)
    RPG::ME.fade(800)
    $game_switches[002] = false
    $game_switches[003] = true
  end
  #————————————————————————–
  # *  Process When Choosing [Cancel] Command
  #————————————————————————–
  def command_cancel
    Sound.play_decision
    return_scene
  end
end

sebenarnya nih cuman script simple buat bikin scene option yang ntar ditambahin di menu.
so basicly script ini adalah sebuah script yang berisi command untuk menghidupkan switch 002 dan mematikan switch 003  saat user milih pilihan “english” serta sebaliknya jika user memilih “indonesia” aku masih mau menambah beberapa fitur sederhana lagi pada nih scrip yaitu indikator untuk memperlihatkan switch mana yang sedang active

Note: sebagian codenya banyak yang gak efektif dan sebenarnya masih bisa di trim lebih banyak tapi berhubung aku masih belajar jadi ntar aja deh :)

setelah di test hasilnya adalah

he he he keliatan banget kan betpa sederhananya script ini dan masih banyak kurangnya pula

01
Apr
10

My head hurt

Mingu in kayaknya bakalan jadi minggu yang berat, dan seperti nya kondisi kesehatanku juga mulai menurun gak tau kenapa, mungkin karena cuaca yang tidak menentu belakangan ini, selain itu terdapat beberapa kerjaan yang harus aku selesaikan tapi akhirnya malah numpuk gak jelas, pola tidurku pun mulai amburadul gara2 terbiasa bergadang .

minggu ini aku berencana nggak akan mengakses internet dan meminimalisir kontactku dengan kompi buah mulihin kondisi badan yang kayaknya dah mulai strezz

ARRRRRGGHHHHHH!!!!

aku rasa flaming di threadnya sendiri boleh  kan

30
Mar
10

Television is a poison!

TELEVISI ADALAH RACUN

Setujukah anda dengan pernyataan ku tadi, ha ha ha mungkin sebagian besar dari anda tidak akan setuju dengan pernyataanku tadi karena pada kenyataannya saat ini televisi adalah sebuah media yang dinikmati atau lebih ekstrim lagi menjadi candu bagi segaian besar rakyat Indonesia (yang punya televisi sendiri tentunya). mungkin bisa dibilang ironis media hiburan rakyat y6ang bener benar merakyat ternytata malah mneyebarkan racun kepada mereka yang memujanya. Ya mungkin kita tidak dapat secara langsung menggeneralisir bahwa semua yang ada di tV adalah racun karena pada kenyataannya terdapat pula hal yang sangat berguna bisa kita dapatkan di televisi. seperti ramalan cuaca dan siaran langsung pertandingan olahraga :) .

Jika kamu nggak percaya ma pernyataanku yang tadi maka inilah argumenku:

  1. Stasiun televisi adalah bisnis! semua yang ada di dalam televisi adalah kepentingan bisnis dari yang punya TV atau perusahaan maupun  perseorangan yang ada di belakang stasiun televisi tersebut. karena itu menurut saya kita jangan mau mentah- mentah mengikuti apa yang ada di dalam televisi tersebut, hal ini dapat kita lihat pada masyarakat saat ini dimana televisi sebagai media yang sangat (amat sangat) efektif untuk memasarkan sebuah produk mulai dari (maap) kondom sampai obat nyamuk medi televisi selalu menjadi media andalan untuk promosi.
  2. Televisi adalah sebuah alat canggih yang dapat mencuci otak manusia, heh buktinya? lihatlah handphone atau gadget yang dipegang oleh orang orang di sekitar kamu, kamu bakalan nyadar kalo gadget yang mereka pake selalu dinamis alias berubah-ubah dan hal yang paling lucu adalah trend gadget tersebut selalu seiring dengan tren gadget yang selalu ditayangkan dan digembar-gemborkan di televisi. Banyak orang yang dengan susah payah nelakukan tukar tambah HP cuman agar dibilang gaul dan mengikuti perkembangan zaman padahan HP yang dijualnya gak beda jauh amat fungsinya ma HPnya yang sebelumnya,  sungguh aneh :(
  3. Kalau diumpamakan penjahat Televisi adalah penjahat kambuhan, coba lihat tayangan televisi kita saat ini sebagian besar menyangkan sinetron atau ftv yang entah kenapa ceritanya sama sekali “nggak”  indonesia kadang-kadang rasanya mirip ma baca komik , meskipun itu lebih baik daripada sinetron-sinetron hybrid 3d gak jelas baik dari segi kualitas cerita maupun cinematographynya, sinetron isinya seorang pahlawan bertarung melawan naga raksasa 3D yang texturnya ancur-ancuran dengan seting BG yang juga cuman hasil render dengan kualitas texture yang tidak kalah menyedihkan :( atau yang lebih parah lagi sinetron satu jam yang isinya orang yang sumpah serapah sambil melotot dan merencanakan untuk mencelakai orang lain dengan motif uang maupun wanita  HUH SUNGGUH MENJIJIKAN, dan entah kenapa meskipun stasiun telvisi yang kak begini digunjingkan di sana-sini tapi tetap aja jalan terus siaran gak mutunya.
  4. Reality yang nggak real kalo ini mah soal acara reality show yang sama sekali nggak real dan isinya gak (ralat gak ada isinya) aku rasa kalian semua dah mengerti soal yang ini :D
  5. PROPAGANDA dibalik FAKTA, anda penggemar berita? maka behati-hatilah dengan tontonan berita yang anda lihat karena tidak semua adalah berita. Memang benar kalau acara berita adalah acara yang menyampaikan fakta tapi tunggu dulu seobyektif apapun sebuah fakta jika disampaikan dengan maksud tertentu dengan motif terntu demi kepentingan sebuah golongan atau perseorangan maka hal tersebut lebih cocok disebut propaganda daripada fakta berita.
  6. Jangan percaya kalau ada sebuah stasiun TV berita yang mengatakan bahwa mereka menyiarkan berita dengan maksud baik hanya agar masyarakat menjadi tahu, itu adalah setengah bohong, yang benar adalah menyiarkan berita yang heboh dan “ekslusif” biar pamor dan ratingnya naik perkara hal tersebut bisa membantu masyarakat atau tidak itu adalah efek sampingnya saja :(

OK kurasa itu aja word count nya dah mencapai 571 nih he he he he

seperti biasa kalau ada yang merasa tersinggung dengan tulisan saya ini maka silahkan balas saja tulisan ini dan jika ternyata saya yang salah maka dengan senang hati saya akan meminta maaf :)

sebagai penutup silahkan nikmati lagu pilihan saya bulan ini, um tapi nih lagu gak ada lyricnya

shes one of my fav composer

i talk to the rain -yuki kajiura

08
Jan
10

TENDENCY to a Corrupt mind

Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. (Sumber WIKIPEDIA)

Cukup menyedihkan ketika kita melihat kondisi negara kita saat ini, berbagai masalah muncul silih berganti mulai dari lapisan masyarakat terbawah hingga kalangan elit politik. berbagai masalah terus menerus menghajar bangsa kita, berbagai tantangan perkembangan ekonomi dunia hingga masalah iklim dan alam yang tak kunjung selesai, dan yang paling menyakitkan tentu saja jika kita sebagai sebuah bangasa “ditusuk dari belakang” oleh para koruptor oleh tindakan mereka…… sungguh ironis memang karena sebagian orang berbendapat bahwa benih-benih kehancuran bangsa ini sebenarnya ditanam dan disemai oleh anak bangsa ini sendiri, sebuah kenyataan pahit yang tidak terelakkan. Korupsi sebuah penyakit kronis yang sepertinya sudah diidap oleh negara besar kita sejak puluhan tahun silam, sebagian orang berpendapat bahwa penyakit ini ditularkan oleh para penjajah belanda, melalui sistem-sitem yang mereka tanamkan di berbagai bidang bangsa ini dan yang lebih tragis sistem2 ini sebagian masih di terapkan di negara yang telah lama merdeka ini.

Kenyataan yang tidak menyenangkan

Mungkin kita tidak menyadarinya sebenarnya korupsi adalah sebuah tindakan yang kita lakukan sehari-hari dari lapisan paling bawah sampi lapisan paling atas, mulai dari hal yang kecil yaitu membuang sampah sembarangan, menerobos lampu merah, dan hal2 kecil lainnya sebagian dari kita mungkin akan berkata ” itu kan cuman hal remeh saja jadi nggak apa2″ sifat seperti inilah yang sebenarnya akan menghatarkan kita pada kehancuran kita sendiri, “kebudayaan” yang mengakar erat pada rakyat Indonesia atau yang lebih ekstreem dapat disamakan dengan tumor, menggerogoti moral putra dan putri bangsa ini, membentuk generasi koruptor yang pada akhirnya akan mewarisi generasi koruptif sebelumya, Seorang bijak pernah berkata ” Jangan meremehkan hal2 kecil karena hal yang besar selalu dimulai dengan hal2 yang kecil” mungkin sudah terlambat bagi kita yang telah terlanjur “terkontaminasi” dengan perilaku yang koruptif tapi belum terlambat bagi anak kita generasi baru yang suatu saat akan mengisi tampuk kepemimpinan negeri ini, jika sudah terlambat bagi kita mari kita bangun generasi yang akan datang dengan mendidik anak2 kita agar menjauhi perilaku2 yang koruptif.


Kekuasaan seperti halnya senjata yang membuatnya bermanfaat atau berbahanya bukan senjata itu sendiri melainkan orang yang berada di balik senjata tersebut

KEADILAN YANG BUTA

Sekali lagi rakyat menggugat dimana keadilan di negeri ini, kenapa keadilan tidak pernah berpihat kepada rakyat jelata yang tidak memiliki aset ekonomi maupun politik, apakah karena yang mereka miliki hanyalah sebuah rumah sederhana dan satu suara saat pemilu membuat mereka tidak berharga sama sekali, Mungkin memang benar dalam hukum tidak membedakan status seseorang akan tetapi hal tersebut sepertinya tidak dapat kita temui di kehidupan nyata, seakan undang-undang yang telah disusun rapi dan kadang2 menghabiskan uang milyaran uang rakyat untuk mefasilitasi para pembuatnya hanya menjadi sebuah utopia, sebuah fatamorgana ditengah padang pasir ketidakadilan. Rakyat marah rakyat kecewa suatu saat rakyat tidak akan tergoda lagi oleh kata-kata manis para pemimpinnya dan akan dengan “paksa” mengambil kekuasan yang telah mereka anggap dicuri oleh para penghianat bangasa para pimpinan yang korup. Segala keruwetan yang terjadi di negara ini sepertinya telah menciptakan sebuah lingakaran setan yang susah untuk dihilangkan sebuah perilaku laknat yang dibenci oleh tuhan, yang tersisa akhirnya hanyalah dendam

Tak ada waktu bagi kita untuk saling menyalahkan, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan perubahan untuk menghilangkan kebiasan burut yang telah menteror negeri ini, mungkin kita perlu meniru Hu Jintao seorang presiden china yang pernah berkata “siapkan seribu peti mati, 999 untuk para koruptor dan 1 untuk saya jika saya melakukan korupsi”  sudah saatnya tindakan tegas diambil, karena selama ini masyrakat selalu menyaksikan para koruptor lolos dari hukum, kalopun , mereka dihukum hukuman mereka tidak setimpal dengan akibat perbuatan mereka, pada bangsa ini dan anak cucu kita. Jika seorang membunuh berencana membunuh satu orang saja maka hukuman maksimalnya adalah hukuman mati, kenapa para koruptor yang tentu saja merencanakan tindakan korupsinya (gak mungkin kalo korupsi tidak disengaja) yang sebenarnya  dari perbuatannya bisa membunuh ratusan bahkan ribuan warga negara ini dengan cara pelan dan menyakitkan malah hanya mendapat hukuman kurungan 4 tahun penjara dimana keadilan di negara ini

Majulah bangsa Indonesia!!!!!!!

sekali lagi mari kita temukan identidas persatuaan bangsa kita dengan menegakkan keadilan setegak2nya bagi seluruh warga negara Indonesia

Bantai Korupsi

31
Dec
09

Hysteria

Arus yang deras!

Akhirnya tahun sekarng telah berganti, kalender tahun 2009 sudah lusuh dan sekarang sudah tidak berguna……. berganti dengan sebuah kalender baru dengan hiasan angka 2010.

Mungkin bagi sebagian orang tahun baru merupakan saat yang menyenangkan bagi mereka dimana mereka bisa meluaPkan kebahagiaan yang meluap2, berkumpul di pusat kota dengan keluarga ato mungkin pacar sambil menunggu detik pergantian tahun yang biasanya juga diisi dengan pertunjukan kembang api. Saat ini hal tersebut sudah menjadi hal yang lumrah bagi hampir semua masyrakat indonesia dari berbagai lapisan. event tahun baru telah menjadi sebuah ajang pesta rakyat yang disebagian tempat dirayakan dengan mewah atau bahkan dimeriahkan dengan artis-artis ibukota…………

Namun ketika kita mau kembali menggunakan akal pikiran kita gunakan kecerdasan kita, maka akan muncul sebuah pertanyaan yang cukup menggangu pikiran kita. Sebenarnya apa yang kita rayakan……

Apakah kita merayakan uMur kita yang telah berkurang satu tahun dan kIta semakin dekat dengan kematian kita??

Atau mungkin merayakan perubahan pada diri kita merayakan tubuh kita yang terus menua dan semakin lemah…..

atau merayakan bahwa akhirnya kita dapat meninggalkan segala kenangan buruk pada tahun kemarin…..

Jernihkan pikiran gunakan hati

Memang pertanyaan itu tidaklah mudah untuk dijawab bahkan untuk memkirkannya saja sudah memebuat orang menjadi malas. Bagiku tahun baru Tidaklah berarti apa2 bahkan tahun bAru adalah masa paling menyedihkan dalam hidupku karena dengan melihat pergantian tahun maka sekilas segala hal yang aku lakukan tahun lalu segala perbuatan buruk perilaku yang tidak pantas dan hal2 buruk lainnya akan terngiang di kepalaku…… mengetahui bahwa aku belum memanfaatkan waktu yang diberikan oleh tuhan padaku tidak aku manfaatkan dengan baik menjadikan aku merasa sebagi orang yang terburuk di dunia ini… aku berjanji pada siriku kalau aku akan merayakan tahun baru saat aku sudah dapat memanfaatkan hari2 yang aku lalui pada tahun tersebut dengan perbuatan yang berguna bagi diriku, agamaku , bangsaku dan bagi orang orang yang aku sayangi……..

Sekali lagi mari kita pikirkan sebenarnya apa yang kita rayakan….

note: tanggal 30 Gus Dur meninggal dunia, dan sekarang tanggal 1 masih merupakan hari2 berkabung buat beliau, semoga beliau diterima disisiNya………

In Memoriam Gus Dur

05
Dec
09

Make your way sebuah pola adaptasi terhadap lingkungan

OK ini adalah post pertama bulan desember (yah meskipun sebenarnya bulan november juga nggak pernah upload post :D ) yak kita mulai saja.

Tadi pagi atau tepatnya sekitar jam setengah sepuluh aku mendapat telpon dari temen, gak tau tuh maksudnya mau curhat atau mau klarifikasi  he he he, tau tuh anak. pagi itu dia nanya ke aku sebenarnya menurut aku kekurangan dia tuh apaan sih (beberapa hari yang lalu dia juga pernah nanya hal sama aku balas saja kurang kurus :D :D ) usut punya usut teryata minggu ini di tuh baru aja dapet penilain kerja dari atasannya, dan dia bilang kalo dia mendapat kritikan dari bossnya dia (hhuh dasar !!!!) bos nya bilang kalo dia gak ada komplain dengan skill yang dimiliki ma temenku tadi tapi ni boss bilang kalo temenku tadi kurang bersosialisai, terlalu perfeksionis dan cenderung individualis (yak dengan berat hati aku harus bilang kalo bossnya tuh ada benarnya juga :D ) Bla bla bla pokoknya pajang lebar dia ngomongin soal penilaian bosnya trus akhirnya mengkerucut pada sebuah permasalahan yaitu “adaptasi”.

Temenku tadi tuh merasa gak nyaman kalo dia bersikap seperti layaknya orang lain yang nyengar-nyengir pasar muka friendly agar dapat di terima di komunitas kerjanya dia bilang kalo dia tuh lebih nyaman menjadi dirinya sendiri (dirinya sendiri???). Yee kalo menurutku sih kita sebagai pekerja ya mau tidak mau memang harus bersikap seperti ntu (friendly nyengar-nyengirnya bisa di skip he he he) kalo mau bersikap seperti apa adanya bikin aja perusahaan sendiri hehehe

setelah beberapa saat aku mendengarkan temenku tadi aku dapat mengambil beberapa kesimpulan mengenai pendekatan cara adaptasi temenku tadi terhadap lingkungan kerja (ce ileh padalah penulis sendiri masih pengangguran :D ).

Temenku tadi menggunakan sebuh metode (mirip kayak motif ekonimi mungkin kali ya) dalam upayanya beradaptasi dengan linglkungan kerja barunya dia tuh tidak berusaha membaur dengan temen2 lingkungannya tapi dia tuh malah berusaha menonjolkan dirinya dengan mengedapankan skill yang dia miliki, dari pengamatanku aku dapat melihat kalo nih anak berusaha membuktikan dirinya kepada lingkungan kerja barunya kalo dia nih “worth it” untuk diterima di situ dan dengan  demikian maka mau tidak mau lingkungan barunya tersebut akan mau menerimanya….. (ya semacam itulah :D :D )

Agak aneh sih menurutku karena biasanya dalam sebuah adaptasi individu yang menyesuaikan dengan komunitas barunya dengan cara blend dengan lingkungan barunya tersebut, meskipun secara teori metode yang dipake ma temenku tadi masuk akal tapi tetep aja cukup aneh apalagi kalo disandingkan dengan kebudayyan indonesia yang cenderung kekeluargaan dan kekoncoan.

Profesionalitas yang coba ditunjukkan temenku tadi kayaknya malah menjadi bumerang yang menyerangnya dari belakang,  yah mau gimana lagi di indonesia kan ikatan emosional lebih penting daripada profesionalitas he he he, ya kayak gitu setelah berpanjang lebar beranalogi aku berusaha menyampaikan penilaianku tadi kepada temenku tadi dan sepertinya di paham :D :D (paham gak berarti menerima lho)

ya demikian pos tidak jelasku kalo ada mau mbaca silahkan kalo nggak di close juga nggak papa:D:D

12
Nov
09

Reality Show terdahsyat

Reality show of the year goes to……

p4ad82a23eb278_20090715182943


Haha ha ha (ketawa) mungkin hanya begitulah reaksiku saat mengikuti berbagai macam ulasan maupun siaran langsung yang membahas sebuah kasus yang fenomenal akhir-akhir ini. Dimulai dengan kasus pembunuhan Nasrudin yang kemudian menempatkan Antasari Ashar yang pada waktu itu merupakan ketua KPK yang kemudian disambung dengan kasus Bibit Candra degan aroma pemerasan dan penyalahgunaan wewenang. Nuansa gasak-mengasak antar institusi pun mulai digelorakan (menurut saya) oleh media yang pada akhirnya memicu sebuah babak baru peperangan terbuka dan kolosal antara instansi polri yang beraliansi dengan kejaksaaan versus KPK yang didukung opini publik

Cukup lucu memang, karena dari kasus 2 ini seakan-akan mampu menggoyangkan sendi-sendi kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang sudah ada dan bersama masyarakat itu sendiri sejak puluhan tahun yang lalu yaitu polri dan kejaksaan. Perang statement yang mungkin menurut saya adalah brutal terjadi setiap hari di saluran televisi kita (ato mungkin paling sering Cuma di TV one ma di Metro TV kali , dan aku rasa ratingnya juga tinggi sekali he he he). Meskipun sudah menjadi sebuah rahasia umum kalau di kedua institusi yang saya sebutkan tadi terdapat borok yang sulit hilang, saya tidak mengatakan bahwa kedua institusi tersebut jelek karena institusi tersebut berdiri dengan sebuah tujuan mulia yaitu mensejahterakan rakyat Indonesia sebagai ultimate outputnya, dan karena kelakuan beberapa oknum di institusi tersebut mencoreng dan menjatuhkan nama baik institusi tersebut.

Terlepas dari gambaran dan opini masyarakat bahwa di Indonesia ini terdapat banyak polisi yang korup yang bisa diajak “kong-kalikong” asal ada uang, trus jaksa yang bisa ngeberesin semua masalah asal fee nya pas. Kepercayaan saya terhadap polisi merosot jauh ke titik terendah manakala saya membaca berita di media masa yang kerap memberitakan kasus penyuapan polisi maupun jaksa “apa mereka gak punya otak apa sudah dikasih kepercayaan tapi kok malah meyalahgunakannya lebih parah lagi mereka tuh dah digaji ndak kayak ketua RT yang gak jelas digaji apa tidak!” (kalo di tempat saya gak digaji tetapi dapat bingkisan hari raya pas lebaran  100 rebu, kok bisa tahu? Ya karena bapak saya ketua RT he he he). kira-kira begitulah pikiran saya ketika mendengarkan kasus-kasus demikian. Akan tetapi kepercayaan saya kepada polisi seketika meroket sampai titik paling tinggi ketika melihat seorang polisi muda yang membantu anak-anak SD menyeberang jalan dengan wajah yang ramah penuh senyuman atau saat melihat polisi yang membantu seorang pengendara mobil yang mogok, pada saat itulah saya dapat melihat bagaimana seharusnya seorang polisi, seperti slogan yang mereka miliki “ polisi mengabdi dan melayani masyarakat” (wahai polisi jangan sampai engkau lupa akan sumpahmu). Terlepas dari hingar-bingar opini yang berusaha menjatuhkan nama polri saya sendiri mempunyai keyakinan bahwa tidak semua polisi itu bobrok mungkin hanya sebagian kecil saja yang bobrok dan perlu dibenahi dan hal itu merupakan hal yang wajar serta merupakan sebuah tantangan yang harus segera dijawab oleh kepolisian, trus kalo soal kejaksaan aku gak bisa ngasih contoh jaksa yang baik tuh kayak apa  he he maklum secara pribadi menurut aku profesi jaksa tuh susah dan ribet jadi aku gak bisa ngasih koment.
Dimulai dengan kegemparan saat diperdengrkannya rekaman hasil sadapan KPK di kejaksaan agung yang sontak seakan menohok berbagai pihak (kepolisian dan kejaksaan) yang selama ini selalu duduk manis angkuh dan merasa tidak berdosa. Satu persatu statement dari para tokoh yang dituding diujikan di tengah masyarakat, masyarakat yang sudah muak dengan birokrasi yang bertele-tele dan korupsi yang merajalela sepertinya serempak dan kompak mendukung KPKyang selama ini telah menjadi perpanjangan tangan mereka dalam memberantas korupsi (meskipun tidak seratus persen masyarakat mendukung KPK).  Layaknya sebuah debat terbuka kedua pihak gencar melayangkan berbagai pernyataan untuk memperkuat kedudukan mereka dimata publik. Pihak kepolisian yang pada awal pertandingan sudah mengalami serangan telak dari publik yang memojokkan pihak mereka berusaha membalas dengan menggelar berbagai bukti di depan para anggota dewan, yang kemudian juga didukung oleh kejaksaan. Tak lama kemudian gelora  semangat perubahan untuk membersihkan penegakkan hukum dari mafia2 yang disinyalir menjadi parasit di tubuh polisi dan kejaksaan pun semakin menggelegar bahkan hal tersebut sepertinya ikut mempengaruhi presiden yang kemudian membuka po box khusus untuk pengaduan mengenai mafia hukum. Drama pun terus bergulir tim pencari fakta atau tim8 yang dibentuk oleh presiden mulai mengambil peran dari drama kolosal ini satu persatu orang2 yang terlibat di panggil untuk diminta klarifikasinya hingga akhirnya mengeluarkan rekomendasi.
Belum reda isu mengenai mafia hukum muncullah kesaksian wiliardi yang semakin memperuncing perseteruan dugaan rekayasa kasus pun kembali membumbung tinggi kericuhan ini telah menyusup ke berbagai sendi sosial memperkeruh kepercayaan masyarakat pada institusi negara………

PUBLIC RULES!!!!!

Seperti sebuah persidangan publik seakan-akan bibit dan candra sudah divonis bebas oleh hakim publik yaitu masyarakat meskipun hal tersebut masih dapat diperdebatkan, akan tetapi terdapat suatu hal yang memang benar sudah terjadi bahwa dimulai dengan media yang kemudian menyulut reaksi berantai di masyarakan menggelorakan sebuah   opini atau pandangan bahwa bibit dan candra tidak bersalah, indikasi dari hal ini dapat kita lihat dari munculnya berbagai macam dukungan dari baerbagai lapisan masyarakat terhadap pak Bibit dan pak Candra salah satunya yang fenomenal adalah gerakan 1.000.000 dukungan bebaskan bibit candra dari salah satu situs jejaring sosial yang sangat popular di Indonesia yaitu facebook selain facebook sendiri perbincangan mengenai dukungan terhadap kedua ketua kpk non aktif tersebut juga ramai di berbagai jejaring sosial seperti twitter dan kaskus serta situs2 lainnya.

24745021

Dan kekonyolan pun terjadi………

Sejak maraknya perang statement di media beberapa pihak berinisiatif melakukan klarifikasi baik oleh tim 8 yang dibentuk oleh presiden SBY maupun dari komisi III DPRyang membidani masalah hukum (kalo gak salah) sejak saat itulah mulai muncul berbagai pernyataan yang menurut saya lucu dan sebagian sangat konyol. Diantaranya adalah:
Pernyataan kapolri yang menyatakan bahwa tidak dapat menggunakan rekaman penyadapan kpk yang diputar di MK sebagai barang bukti untuk menjerat Anggodo. Hal ini menggelitik karena pada saat yang hampir bersamaan Kapolri menyatakan bahwa rekaman tersebut tidak dapat digunakan sebagai bukti karena masih memerlukan pembuktian dari berbagai ahli apakah rekaman tersebut asli atau tidak sementara itu di tempat lain anggodo dengan ber “api-api” mengklarifikasi maksud dari percakapannya yang telah disadap KPK di TV one (di sini Anggodo dengan terang-terangan mengakui bahwa rekaman tersebut adalah suaranya bahkan sempat minta maap sama pak presiden segala) lho orangnya aja ngomong kalo itu adalah suaranya tapi pak polisi kok gak percaya (pada waktu sebelumnya anggodo juga pernah mengaku melakukan penyuapan tapi juga didiemin aja ma pak polisi). Gimana to ini pak polisi kok jadi lucu gitu loh. Kalo Gusdur pasti komentarnya kayak gini “polisi tu senenganne kok repot”

  • Pernyataan seorang anggota DPR komisi III (saya gak tau namanya) kurang lebih kata-katanya seperti ini “polisi jangan mau di desak oleh gerakan para facebooker”, menurut saya hal tersebut sangat konyol jika diucapkan oleh seorang anggota dewan yang terhormat, bukankah mereka dulu saat kampanye selalu menghargai suara masyarakat biarpun jumlahnya hanya sekian ratus orang (facebooker tentunya juga anggota masyarakat kan?) mungkin biar nambahin suara kali ya biar bisa kepilih, tapi lihat sekarang 1.000.000 orang menyatakan dukungannya eh anggota DPR yang dulu ngemis-ngemis suara dari masyarakat boro-boro mendengarkan suara masyarakat malah kemudian mengatakan dengan entengnya untuk gak usah mempedulikan suara mereka semua, saat mendengar kata-kata itu dalam pikiranku aku berkata “Anjing nih orang gak tau diri banget!!!”
  • Penjelasan dari kejaksaan agung saat menjelaskan mengenai bukti bahwa mobil muladi dan mobil dinas kpk ada di tempat yang sama sebagai dasar tuduhan telah terjadi serah terima uang  (di pasar apa lupa saya namanya). Yang membuat hal ini lucu adalah pak jaksa agung kemudian menganalogikan bahwa keberadaan kedua mobil di tempat yang sama adalah sama dengan terdapat dua orang dalam satu kamar hotel yang satu laki-laki dan yang satu perempuan, trus pak jaksa agung bilang kalo meskipun mereka gak tau apakah kedua orang di dalam hotel melakukan persetubuhan akan tetapi persetubuhan akan dapat dituduhkan pada mereka karena mereka terbukti pernah berada dalam satu kamar hotel, ya memang benar kalau hal tersebut dapat dijadikan sebuah bukti bahwa mereka telah bersetubuh akan tetapi hal tersebut juga membuktikan bahwa si jaksa agung nih punya pikiran yang ngeres alias mesum he he he he benar kan? kenapa dia gak ngasih analogi yang lain eh malah ngasih alaogi yang kaya beginian :D .
  • Masalah sumpah…… semua orang bersumpah atas nama tuhan  baik pak Bibit pak Candra maupun pak Susno, menurut saya hal itu sama aja kayak makan cabe semua orang tau kalo makan cabe itu pedas tapi semua orang juga tau yang ngerasaain pedas tuh cuman orang yang makan cabe orang di sebelahnya nggak ngerasan pedas sama sekali. Seperti halnya ketika seseorang bersumpah atas nama tuhannya menurut saya sumpah tersebut adalah sebuah sumpah “basa-basi” atau simbolis sebagai penekanan aja karena seseorang (mungkin) hanya akan bertemu tuhan setelah mati, kenapa mereka gak bersumpah demi orang tua mereka kalu ada demi anak istri mereka atau demi orang-orang yang ada di sekitarnya orang yang setiap hari mereka temui saya rasa hal tersebut akan lebih memiliki “nilai” dari pada menjadikan hal tersebut sebagai masalah pribadi antara seseorang dan Tuhannya.
  • Jumpa pers dari kepolisian tgl 11 nov 09, jumpa pers ini adalah reaksi dari pihak kepolisian atas kesaksian Wiliardi Wizard pada persidangan Antasari yang menyatakan bahwa pak Wiliardi mendapat tekanan dan iming-iming akan mendapat keringanan jika mengarahkan Antasari sebagai tersangka kira-kira begitu, hal yang lucu dalam konfrensi pers ini adalah pihak kepolisian “membantah” adanya tekanan pada Pak  Wiliardi saat dimintai keterangan, menurut saya hal ini lucu sekali karena pihak kepolisian yang biasanya memiliki bukti-bukti (meskipun kadang lemah dan aneh) saat mengeluarkan pernyataan kali ini hanya “membantah” bukan “membuktikan” kemudian memutar sebuah video dengan durasi pendek memberlihatkan pak Wiliardi sedang diperiksa dengan santai (mungkin polisi akan berkelit bahwa “pembuktian” hanya akan di lakukan di persidangan kali ya he he he <yah itu mah memang lagu standarnya polisi>).
  • Pemutaran video Antasari yang kemudian oleh polisi dianggap sebagai orang pertama yang menginginkan pembubaran KPK, saya gak akan mengomentari apakah pak antasari bertingkah lucu atau tidak pada video tersebut akan tetapi lebih pada keputusan polisi untuk merilis “sepotong” video pemeriksaan Antasari yang menurut saya saat tersebut pihak kepolisian lebih mirip memutar sebuah “iklan” dari pada “bukti”   sebuah iklan untuk dalam tanda kutip menggiring opini publik. Seperti yang kita sekalian ketahui iklan itu biasanya bersifat melebih-lebihkan dan kadang bersifat bujuk rayu. Trus kesalahan yang lebih fatal lagi adalah pemutaran yang hanya “sepotong” bukankah itu malah hanya akan membuat masyarakat berpikir bahwa sebenarnya polisi lah yang mengarang2 hal tersebut kemudian memasukkan “sepotong video Antasari (mungkin dah di edit disesuaikan dengan tujuan kepolisian who knows?) sebagai pemanisnya”. Seperi film holywood thrillernya sudah pasti keren tapi kalo diputar penuh film tuh belom pasti keren. Anyway sebuah benda memilki makna ketika benda tersebut berada dalam suatu lingkup yang disebut dengan konteks ketika sebuah benda diambil dari konteksnya maka benda tersebut tidak akan memiliki makna yang tetap karena makna benda tersebut sudah tidak ditentukan oleh konteksnya melainkan dari sudut pandang oarng yang menilainya (dalam hal ini sudut pandang manusia sangat beragam sehingga makna yang ditangkap pun dapat beragam pula).Potongan video Antasari pada akhir jumpa pers tersebut layaknya sebuah benda yang diambil dari konteksnya (konteks dalam hal ini adalah video tersebut seutuhnya) sehingga artinya pun dapat beragam  tergantung persepsi orang yang menilainya. Note, Antasari yang ketawa pada akhir video kayaknya dah diedit tuh malah bikin orang makin curiga :D

Ok sekian post saya semoga bermanfaat, kalau ada pihakyang merasa tersinggung dengan tulisan saya dan merasa bahwa saya telah menyebarkan kebohongan silahkan gunkan hak jawab anda jika ternyata anda yang terbukti benar maka dengan senang hati saya akan meminta maaf
Btw tulisan ini di post 2 hari setelah penulisannya karena penulis mengalami kendala teknis :)
wasalam

28
Oct
09

Some artwork

Ini adalah beberapa hasil gambarku sebagian auk bikin bulan ini dan sebagian lagi dah cukup lama

Clik gambarnya buat ngeliat versi besarnya

kaos

Buanglah sampah pada sungainya. Pesannya sudah sangat jelas banget kan??

komik smallerkarikatur BCB original size

Ini komik isinya soal warisan budaya (gak terlalu lucu sih :D )

my bike

Trus ini adalah spedaku he he he he

tessssst

vash

trus ini adalah bebarapa poster yang pernah aku buat beberapa dah aku buat cukup lama jadi jangan diketawaain ya kalo keliatan aneh

girl

words

Saat hati terpesona oleh seorang wanita, saat kata-kata tak pernah terucap, manifestasi jiwa hanya dalam kanvas, kedamaina dan kepuasan hati membahana dalam sebuah karya.

dan berikut ini adalah beberapa pinup yang aku bikin belakangan ini

100_1241

20

Beberapa gambar yang laen silahkan di lihat dikomentari, dicela juga boleh :D




Tanggal

January 2012
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Archive

Kategori

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.