Archive for December, 2009

31
Dec
09

Hysteria

Arus yang deras!

Akhirnya tahun sekarng telah berganti, kalender tahun 2009 sudah lusuh dan sekarang sudah tidak berguna……. berganti dengan sebuah kalender baru dengan hiasan angka 2010.

Mungkin bagi sebagian orang tahun baru merupakan saat yang menyenangkan bagi mereka dimana mereka bisa meluaPkan kebahagiaan yang meluap2, berkumpul di pusat kota dengan keluarga ato mungkin pacar sambil menunggu detik pergantian tahun yang biasanya juga diisi dengan pertunjukan kembang api. Saat ini hal tersebut sudah menjadi hal yang lumrah bagi hampir semua masyrakat indonesia dari berbagai lapisan. event tahun baru telah menjadi sebuah ajang pesta rakyat yang disebagian tempat dirayakan dengan mewah atau bahkan dimeriahkan dengan artis-artis ibukota…………

Namun ketika kita mau kembali menggunakan akal pikiran kita gunakan kecerdasan kita, maka akan muncul sebuah pertanyaan yang cukup menggangu pikiran kita. Sebenarnya apa yang kita rayakan……

Apakah kita merayakan uMur kita yang telah berkurang satu tahun dan kIta semakin dekat dengan kematian kita??

Atau mungkin merayakan perubahan pada diri kita merayakan tubuh kita yang terus menua dan semakin lemah…..

atau merayakan bahwa akhirnya kita dapat meninggalkan segala kenangan buruk pada tahun kemarin…..

Jernihkan pikiran gunakan hati

Memang pertanyaan itu tidaklah mudah untuk dijawab bahkan untuk memkirkannya saja sudah memebuat orang menjadi malas. Bagiku tahun baru Tidaklah berarti apa2 bahkan tahun bAru adalah masa paling menyedihkan dalam hidupku karena dengan melihat pergantian tahun maka sekilas segala hal yang aku lakukan tahun lalu segala perbuatan buruk perilaku yang tidak pantas dan hal2 buruk lainnya akan terngiang di kepalaku…… mengetahui bahwa aku belum memanfaatkan waktu yang diberikan oleh tuhan padaku tidak aku manfaatkan dengan baik menjadikan aku merasa sebagi orang yang terburuk di dunia ini… aku berjanji pada siriku kalau aku akan merayakan tahun baru saat aku sudah dapat memanfaatkan hari2 yang aku lalui pada tahun tersebut dengan perbuatan yang berguna bagi diriku, agamaku , bangsaku dan bagi orang orang yang aku sayangi……..

Sekali lagi mari kita pikirkan sebenarnya apa yang kita rayakan….

note: tanggal 30 Gus Dur meninggal dunia, dan sekarang tanggal 1 masih merupakan hari2 berkabung buat beliau, semoga beliau diterima disisiNya………

In Memoriam Gus Dur

05
Dec
09

Make your way sebuah pola adaptasi terhadap lingkungan

OK ini adalah post pertama bulan desember (yah meskipun sebenarnya bulan november juga nggak pernah upload post :D ) yak kita mulai saja.

Tadi pagi atau tepatnya sekitar jam setengah sepuluh aku mendapat telpon dari temen, gak tau tuh maksudnya mau curhat atau mau klarifikasi  he he he, tau tuh anak. pagi itu dia nanya ke aku sebenarnya menurut aku kekurangan dia tuh apaan sih (beberapa hari yang lalu dia juga pernah nanya hal sama aku balas saja kurang kurus :D :D ) usut punya usut teryata minggu ini di tuh baru aja dapet penilain kerja dari atasannya, dan dia bilang kalo dia mendapat kritikan dari bossnya dia (hhuh dasar !!!!) bos nya bilang kalo dia gak ada komplain dengan skill yang dimiliki ma temenku tadi tapi ni boss bilang kalo temenku tadi kurang bersosialisai, terlalu perfeksionis dan cenderung individualis (yak dengan berat hati aku harus bilang kalo bossnya tuh ada benarnya juga :D ) Bla bla bla pokoknya pajang lebar dia ngomongin soal penilaian bosnya trus akhirnya mengkerucut pada sebuah permasalahan yaitu “adaptasi”.

Temenku tadi tuh merasa gak nyaman kalo dia bersikap seperti layaknya orang lain yang nyengar-nyengir pasar muka friendly agar dapat di terima di komunitas kerjanya dia bilang kalo dia tuh lebih nyaman menjadi dirinya sendiri (dirinya sendiri???). Yee kalo menurutku sih kita sebagai pekerja ya mau tidak mau memang harus bersikap seperti ntu (friendly nyengar-nyengirnya bisa di skip he he he) kalo mau bersikap seperti apa adanya bikin aja perusahaan sendiri hehehe

setelah beberapa saat aku mendengarkan temenku tadi aku dapat mengambil beberapa kesimpulan mengenai pendekatan cara adaptasi temenku tadi terhadap lingkungan kerja (ce ileh padalah penulis sendiri masih pengangguran :D ).

Temenku tadi menggunakan sebuh metode (mirip kayak motif ekonimi mungkin kali ya) dalam upayanya beradaptasi dengan linglkungan kerja barunya dia tuh tidak berusaha membaur dengan temen2 lingkungannya tapi dia tuh malah berusaha menonjolkan dirinya dengan mengedapankan skill yang dia miliki, dari pengamatanku aku dapat melihat kalo nih anak berusaha membuktikan dirinya kepada lingkungan kerja barunya kalo dia nih “worth it” untuk diterima di situ dan dengan  demikian maka mau tidak mau lingkungan barunya tersebut akan mau menerimanya….. (ya semacam itulah :D :D )

Agak aneh sih menurutku karena biasanya dalam sebuah adaptasi individu yang menyesuaikan dengan komunitas barunya dengan cara blend dengan lingkungan barunya tersebut, meskipun secara teori metode yang dipake ma temenku tadi masuk akal tapi tetep aja cukup aneh apalagi kalo disandingkan dengan kebudayyan indonesia yang cenderung kekeluargaan dan kekoncoan.

Profesionalitas yang coba ditunjukkan temenku tadi kayaknya malah menjadi bumerang yang menyerangnya dari belakang,  yah mau gimana lagi di indonesia kan ikatan emosional lebih penting daripada profesionalitas he he he, ya kayak gitu setelah berpanjang lebar beranalogi aku berusaha menyampaikan penilaianku tadi kepada temenku tadi dan sepertinya di paham :D :D (paham gak berarti menerima lho)

ya demikian pos tidak jelasku kalo ada mau mbaca silahkan kalo nggak di close juga nggak papa:D:D




Tanggal

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archive

Kategori

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.