08
Jan
10

TENDENCY to a Corrupt mind

Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. (Sumber WIKIPEDIA)

Cukup menyedihkan ketika kita melihat kondisi negara kita saat ini, berbagai masalah muncul silih berganti mulai dari lapisan masyarakat terbawah hingga kalangan elit politik. berbagai masalah terus menerus menghajar bangsa kita, berbagai tantangan perkembangan ekonomi dunia hingga masalah iklim dan alam yang tak kunjung selesai, dan yang paling menyakitkan tentu saja jika kita sebagai sebuah bangasa “ditusuk dari belakang” oleh para koruptor oleh tindakan mereka…… sungguh ironis memang karena sebagian orang berbendapat bahwa benih-benih kehancuran bangsa ini sebenarnya ditanam dan disemai oleh anak bangsa ini sendiri, sebuah kenyataan pahit yang tidak terelakkan. Korupsi sebuah penyakit kronis yang sepertinya sudah diidap oleh negara besar kita sejak puluhan tahun silam, sebagian orang berpendapat bahwa penyakit ini ditularkan oleh para penjajah belanda, melalui sistem-sitem yang mereka tanamkan di berbagai bidang bangsa ini dan yang lebih tragis sistem2 ini sebagian masih di terapkan di negara yang telah lama merdeka ini.

Kenyataan yang tidak menyenangkan

Mungkin kita tidak menyadarinya sebenarnya korupsi adalah sebuah tindakan yang kita lakukan sehari-hari dari lapisan paling bawah sampi lapisan paling atas, mulai dari hal yang kecil yaitu membuang sampah sembarangan, menerobos lampu merah, dan hal2 kecil lainnya sebagian dari kita mungkin akan berkata ” itu kan cuman hal remeh saja jadi nggak apa2″ sifat seperti inilah yang sebenarnya akan menghatarkan kita pada kehancuran kita sendiri, “kebudayaan” yang mengakar erat pada rakyat Indonesia atau yang lebih ekstreem dapat disamakan dengan tumor, menggerogoti moral putra dan putri bangsa ini, membentuk generasi koruptor yang pada akhirnya akan mewarisi generasi koruptif sebelumya, Seorang bijak pernah berkata ” Jangan meremehkan hal2 kecil karena hal yang besar selalu dimulai dengan hal2 yang kecil” mungkin sudah terlambat bagi kita yang telah terlanjur “terkontaminasi” dengan perilaku yang koruptif tapi belum terlambat bagi anak kita generasi baru yang suatu saat akan mengisi tampuk kepemimpinan negeri ini, jika sudah terlambat bagi kita mari kita bangun generasi yang akan datang dengan mendidik anak2 kita agar menjauhi perilaku2 yang koruptif.


Kekuasaan seperti halnya senjata yang membuatnya bermanfaat atau berbahanya bukan senjata itu sendiri melainkan orang yang berada di balik senjata tersebut

KEADILAN YANG BUTA

Sekali lagi rakyat menggugat dimana keadilan di negeri ini, kenapa keadilan tidak pernah berpihat kepada rakyat jelata yang tidak memiliki aset ekonomi maupun politik, apakah karena yang mereka miliki hanyalah sebuah rumah sederhana dan satu suara saat pemilu membuat mereka tidak berharga sama sekali, Mungkin memang benar dalam hukum tidak membedakan status seseorang akan tetapi hal tersebut sepertinya tidak dapat kita temui di kehidupan nyata, seakan undang-undang yang telah disusun rapi dan kadang2 menghabiskan uang milyaran uang rakyat untuk mefasilitasi para pembuatnya hanya menjadi sebuah utopia, sebuah fatamorgana ditengah padang pasir ketidakadilan. Rakyat marah rakyat kecewa suatu saat rakyat tidak akan tergoda lagi oleh kata-kata manis para pemimpinnya dan akan dengan “paksa” mengambil kekuasan yang telah mereka anggap dicuri oleh para penghianat bangasa para pimpinan yang korup. Segala keruwetan yang terjadi di negara ini sepertinya telah menciptakan sebuah lingakaran setan yang susah untuk dihilangkan sebuah perilaku laknat yang dibenci oleh tuhan, yang tersisa akhirnya hanyalah dendam

Tak ada waktu bagi kita untuk saling menyalahkan, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan perubahan untuk menghilangkan kebiasan burut yang telah menteror negeri ini, mungkin kita perlu meniru Hu Jintao seorang presiden china yang pernah berkata “siapkan seribu peti mati, 999 untuk para koruptor dan 1 untuk saya jika saya melakukan korupsi”  sudah saatnya tindakan tegas diambil, karena selama ini masyrakat selalu menyaksikan para koruptor lolos dari hukum, kalopun , mereka dihukum hukuman mereka tidak setimpal dengan akibat perbuatan mereka, pada bangsa ini dan anak cucu kita. Jika seorang membunuh berencana membunuh satu orang saja maka hukuman maksimalnya adalah hukuman mati, kenapa para koruptor yang tentu saja merencanakan tindakan korupsinya (gak mungkin kalo korupsi tidak disengaja) yang sebenarnya  dari perbuatannya bisa membunuh ratusan bahkan ribuan warga negara ini dengan cara pelan dan menyakitkan malah hanya mendapat hukuman kurungan 4 tahun penjara dimana keadilan di negara ini

Majulah bangsa Indonesia!!!!!!!

sekali lagi mari kita temukan identidas persatuaan bangsa kita dengan menegakkan keadilan setegak2nya bagi seluruh warga negara Indonesia

Bantai Korupsi


0 Responses to “TENDENCY to a Corrupt mind”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Tanggal

January 2010
M T W T F S S
« Dec   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archive

Kategori

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.