Archive for the 'Social' Category

30
Mar
10

Television is a poison!

TELEVISI ADALAH RACUN

Setujukah anda dengan pernyataan ku tadi, ha ha ha mungkin sebagian besar dari anda tidak akan setuju dengan pernyataanku tadi karena pada kenyataannya saat ini televisi adalah sebuah media yang dinikmati atau lebih ekstrim lagi menjadi candu bagi segaian besar rakyat Indonesia (yang punya televisi sendiri tentunya). mungkin bisa dibilang ironis media hiburan rakyat y6ang bener benar merakyat ternytata malah mneyebarkan racun kepada mereka yang memujanya. Ya mungkin kita tidak dapat secara langsung menggeneralisir bahwa semua yang ada di tV adalah racun karena pada kenyataannya terdapat pula hal yang sangat berguna bisa kita dapatkan di televisi. seperti ramalan cuaca dan siaran langsung pertandingan olahraga :) .

Jika kamu nggak percaya ma pernyataanku yang tadi maka inilah argumenku:

  1. Stasiun televisi adalah bisnis! semua yang ada di dalam televisi adalah kepentingan bisnis dari yang punya TV atau perusahaan maupun  perseorangan yang ada di belakang stasiun televisi tersebut. karena itu menurut saya kita jangan mau mentah- mentah mengikuti apa yang ada di dalam televisi tersebut, hal ini dapat kita lihat pada masyarakat saat ini dimana televisi sebagai media yang sangat (amat sangat) efektif untuk memasarkan sebuah produk mulai dari (maap) kondom sampai obat nyamuk medi televisi selalu menjadi media andalan untuk promosi.
  2. Televisi adalah sebuah alat canggih yang dapat mencuci otak manusia, heh buktinya? lihatlah handphone atau gadget yang dipegang oleh orang orang di sekitar kamu, kamu bakalan nyadar kalo gadget yang mereka pake selalu dinamis alias berubah-ubah dan hal yang paling lucu adalah trend gadget tersebut selalu seiring dengan tren gadget yang selalu ditayangkan dan digembar-gemborkan di televisi. Banyak orang yang dengan susah payah nelakukan tukar tambah HP cuman agar dibilang gaul dan mengikuti perkembangan zaman padahan HP yang dijualnya gak beda jauh amat fungsinya ma HPnya yang sebelumnya,  sungguh aneh :(
  3. Kalau diumpamakan penjahat Televisi adalah penjahat kambuhan, coba lihat tayangan televisi kita saat ini sebagian besar menyangkan sinetron atau ftv yang entah kenapa ceritanya sama sekali “nggak”  indonesia kadang-kadang rasanya mirip ma baca komik , meskipun itu lebih baik daripada sinetron-sinetron hybrid 3d gak jelas baik dari segi kualitas cerita maupun cinematographynya, sinetron isinya seorang pahlawan bertarung melawan naga raksasa 3D yang texturnya ancur-ancuran dengan seting BG yang juga cuman hasil render dengan kualitas texture yang tidak kalah menyedihkan :( atau yang lebih parah lagi sinetron satu jam yang isinya orang yang sumpah serapah sambil melotot dan merencanakan untuk mencelakai orang lain dengan motif uang maupun wanita  HUH SUNGGUH MENJIJIKAN, dan entah kenapa meskipun stasiun telvisi yang kak begini digunjingkan di sana-sini tapi tetap aja jalan terus siaran gak mutunya.
  4. Reality yang nggak real kalo ini mah soal acara reality show yang sama sekali nggak real dan isinya gak (ralat gak ada isinya) aku rasa kalian semua dah mengerti soal yang ini :D
  5. PROPAGANDA dibalik FAKTA, anda penggemar berita? maka behati-hatilah dengan tontonan berita yang anda lihat karena tidak semua adalah berita. Memang benar kalau acara berita adalah acara yang menyampaikan fakta tapi tunggu dulu seobyektif apapun sebuah fakta jika disampaikan dengan maksud tertentu dengan motif terntu demi kepentingan sebuah golongan atau perseorangan maka hal tersebut lebih cocok disebut propaganda daripada fakta berita.
  6. Jangan percaya kalau ada sebuah stasiun TV berita yang mengatakan bahwa mereka menyiarkan berita dengan maksud baik hanya agar masyarakat menjadi tahu, itu adalah setengah bohong, yang benar adalah menyiarkan berita yang heboh dan “ekslusif” biar pamor dan ratingnya naik perkara hal tersebut bisa membantu masyarakat atau tidak itu adalah efek sampingnya saja :(

OK kurasa itu aja word count nya dah mencapai 571 nih he he he he

seperti biasa kalau ada yang merasa tersinggung dengan tulisan saya ini maka silahkan balas saja tulisan ini dan jika ternyata saya yang salah maka dengan senang hati saya akan meminta maaf :)

sebagai penutup silahkan nikmati lagu pilihan saya bulan ini, um tapi nih lagu gak ada lyricnya

shes one of my fav composer

i talk to the rain -yuki kajiura

08
Jan
10

TENDENCY to a Corrupt mind

Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. (Sumber WIKIPEDIA)

Cukup menyedihkan ketika kita melihat kondisi negara kita saat ini, berbagai masalah muncul silih berganti mulai dari lapisan masyarakat terbawah hingga kalangan elit politik. berbagai masalah terus menerus menghajar bangsa kita, berbagai tantangan perkembangan ekonomi dunia hingga masalah iklim dan alam yang tak kunjung selesai, dan yang paling menyakitkan tentu saja jika kita sebagai sebuah bangasa “ditusuk dari belakang” oleh para koruptor oleh tindakan mereka…… sungguh ironis memang karena sebagian orang berbendapat bahwa benih-benih kehancuran bangsa ini sebenarnya ditanam dan disemai oleh anak bangsa ini sendiri, sebuah kenyataan pahit yang tidak terelakkan. Korupsi sebuah penyakit kronis yang sepertinya sudah diidap oleh negara besar kita sejak puluhan tahun silam, sebagian orang berpendapat bahwa penyakit ini ditularkan oleh para penjajah belanda, melalui sistem-sitem yang mereka tanamkan di berbagai bidang bangsa ini dan yang lebih tragis sistem2 ini sebagian masih di terapkan di negara yang telah lama merdeka ini.

Kenyataan yang tidak menyenangkan

Mungkin kita tidak menyadarinya sebenarnya korupsi adalah sebuah tindakan yang kita lakukan sehari-hari dari lapisan paling bawah sampi lapisan paling atas, mulai dari hal yang kecil yaitu membuang sampah sembarangan, menerobos lampu merah, dan hal2 kecil lainnya sebagian dari kita mungkin akan berkata ” itu kan cuman hal remeh saja jadi nggak apa2″ sifat seperti inilah yang sebenarnya akan menghatarkan kita pada kehancuran kita sendiri, “kebudayaan” yang mengakar erat pada rakyat Indonesia atau yang lebih ekstreem dapat disamakan dengan tumor, menggerogoti moral putra dan putri bangsa ini, membentuk generasi koruptor yang pada akhirnya akan mewarisi generasi koruptif sebelumya, Seorang bijak pernah berkata ” Jangan meremehkan hal2 kecil karena hal yang besar selalu dimulai dengan hal2 yang kecil” mungkin sudah terlambat bagi kita yang telah terlanjur “terkontaminasi” dengan perilaku yang koruptif tapi belum terlambat bagi anak kita generasi baru yang suatu saat akan mengisi tampuk kepemimpinan negeri ini, jika sudah terlambat bagi kita mari kita bangun generasi yang akan datang dengan mendidik anak2 kita agar menjauhi perilaku2 yang koruptif.


Kekuasaan seperti halnya senjata yang membuatnya bermanfaat atau berbahanya bukan senjata itu sendiri melainkan orang yang berada di balik senjata tersebut

KEADILAN YANG BUTA

Sekali lagi rakyat menggugat dimana keadilan di negeri ini, kenapa keadilan tidak pernah berpihat kepada rakyat jelata yang tidak memiliki aset ekonomi maupun politik, apakah karena yang mereka miliki hanyalah sebuah rumah sederhana dan satu suara saat pemilu membuat mereka tidak berharga sama sekali, Mungkin memang benar dalam hukum tidak membedakan status seseorang akan tetapi hal tersebut sepertinya tidak dapat kita temui di kehidupan nyata, seakan undang-undang yang telah disusun rapi dan kadang2 menghabiskan uang milyaran uang rakyat untuk mefasilitasi para pembuatnya hanya menjadi sebuah utopia, sebuah fatamorgana ditengah padang pasir ketidakadilan. Rakyat marah rakyat kecewa suatu saat rakyat tidak akan tergoda lagi oleh kata-kata manis para pemimpinnya dan akan dengan “paksa” mengambil kekuasan yang telah mereka anggap dicuri oleh para penghianat bangasa para pimpinan yang korup. Segala keruwetan yang terjadi di negara ini sepertinya telah menciptakan sebuah lingakaran setan yang susah untuk dihilangkan sebuah perilaku laknat yang dibenci oleh tuhan, yang tersisa akhirnya hanyalah dendam

Tak ada waktu bagi kita untuk saling menyalahkan, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan perubahan untuk menghilangkan kebiasan burut yang telah menteror negeri ini, mungkin kita perlu meniru Hu Jintao seorang presiden china yang pernah berkata “siapkan seribu peti mati, 999 untuk para koruptor dan 1 untuk saya jika saya melakukan korupsi”  sudah saatnya tindakan tegas diambil, karena selama ini masyrakat selalu menyaksikan para koruptor lolos dari hukum, kalopun , mereka dihukum hukuman mereka tidak setimpal dengan akibat perbuatan mereka, pada bangsa ini dan anak cucu kita. Jika seorang membunuh berencana membunuh satu orang saja maka hukuman maksimalnya adalah hukuman mati, kenapa para koruptor yang tentu saja merencanakan tindakan korupsinya (gak mungkin kalo korupsi tidak disengaja) yang sebenarnya  dari perbuatannya bisa membunuh ratusan bahkan ribuan warga negara ini dengan cara pelan dan menyakitkan malah hanya mendapat hukuman kurungan 4 tahun penjara dimana keadilan di negara ini

Majulah bangsa Indonesia!!!!!!!

sekali lagi mari kita temukan identidas persatuaan bangsa kita dengan menegakkan keadilan setegak2nya bagi seluruh warga negara Indonesia

Bantai Korupsi

05
Dec
09

Make your way sebuah pola adaptasi terhadap lingkungan

OK ini adalah post pertama bulan desember (yah meskipun sebenarnya bulan november juga nggak pernah upload post :D ) yak kita mulai saja.

Tadi pagi atau tepatnya sekitar jam setengah sepuluh aku mendapat telpon dari temen, gak tau tuh maksudnya mau curhat atau mau klarifikasi  he he he, tau tuh anak. pagi itu dia nanya ke aku sebenarnya menurut aku kekurangan dia tuh apaan sih (beberapa hari yang lalu dia juga pernah nanya hal sama aku balas saja kurang kurus :D :D ) usut punya usut teryata minggu ini di tuh baru aja dapet penilain kerja dari atasannya, dan dia bilang kalo dia mendapat kritikan dari bossnya dia (hhuh dasar !!!!) bos nya bilang kalo dia gak ada komplain dengan skill yang dimiliki ma temenku tadi tapi ni boss bilang kalo temenku tadi kurang bersosialisai, terlalu perfeksionis dan cenderung individualis (yak dengan berat hati aku harus bilang kalo bossnya tuh ada benarnya juga :D ) Bla bla bla pokoknya pajang lebar dia ngomongin soal penilaian bosnya trus akhirnya mengkerucut pada sebuah permasalahan yaitu “adaptasi”.

Temenku tadi tuh merasa gak nyaman kalo dia bersikap seperti layaknya orang lain yang nyengar-nyengir pasar muka friendly agar dapat di terima di komunitas kerjanya dia bilang kalo dia tuh lebih nyaman menjadi dirinya sendiri (dirinya sendiri???). Yee kalo menurutku sih kita sebagai pekerja ya mau tidak mau memang harus bersikap seperti ntu (friendly nyengar-nyengirnya bisa di skip he he he) kalo mau bersikap seperti apa adanya bikin aja perusahaan sendiri hehehe

setelah beberapa saat aku mendengarkan temenku tadi aku dapat mengambil beberapa kesimpulan mengenai pendekatan cara adaptasi temenku tadi terhadap lingkungan kerja (ce ileh padalah penulis sendiri masih pengangguran :D ).

Temenku tadi menggunakan sebuh metode (mirip kayak motif ekonimi mungkin kali ya) dalam upayanya beradaptasi dengan linglkungan kerja barunya dia tuh tidak berusaha membaur dengan temen2 lingkungannya tapi dia tuh malah berusaha menonjolkan dirinya dengan mengedapankan skill yang dia miliki, dari pengamatanku aku dapat melihat kalo nih anak berusaha membuktikan dirinya kepada lingkungan kerja barunya kalo dia nih “worth it” untuk diterima di situ dan dengan  demikian maka mau tidak mau lingkungan barunya tersebut akan mau menerimanya….. (ya semacam itulah :D :D )

Agak aneh sih menurutku karena biasanya dalam sebuah adaptasi individu yang menyesuaikan dengan komunitas barunya dengan cara blend dengan lingkungan barunya tersebut, meskipun secara teori metode yang dipake ma temenku tadi masuk akal tapi tetep aja cukup aneh apalagi kalo disandingkan dengan kebudayyan indonesia yang cenderung kekeluargaan dan kekoncoan.

Profesionalitas yang coba ditunjukkan temenku tadi kayaknya malah menjadi bumerang yang menyerangnya dari belakang,  yah mau gimana lagi di indonesia kan ikatan emosional lebih penting daripada profesionalitas he he he, ya kayak gitu setelah berpanjang lebar beranalogi aku berusaha menyampaikan penilaianku tadi kepada temenku tadi dan sepertinya di paham :D :D (paham gak berarti menerima lho)

ya demikian pos tidak jelasku kalo ada mau mbaca silahkan kalo nggak di close juga nggak papa:D:D

12
Nov
09

Reality Show terdahsyat

Reality show of the year goes to……

p4ad82a23eb278_20090715182943


Haha ha ha (ketawa) mungkin hanya begitulah reaksiku saat mengikuti berbagai macam ulasan maupun siaran langsung yang membahas sebuah kasus yang fenomenal akhir-akhir ini. Dimulai dengan kasus pembunuhan Nasrudin yang kemudian menempatkan Antasari Ashar yang pada waktu itu merupakan ketua KPK yang kemudian disambung dengan kasus Bibit Candra degan aroma pemerasan dan penyalahgunaan wewenang. Nuansa gasak-mengasak antar institusi pun mulai digelorakan (menurut saya) oleh media yang pada akhirnya memicu sebuah babak baru peperangan terbuka dan kolosal antara instansi polri yang beraliansi dengan kejaksaaan versus KPK yang didukung opini publik

Cukup lucu memang, karena dari kasus 2 ini seakan-akan mampu menggoyangkan sendi-sendi kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang sudah ada dan bersama masyarakat itu sendiri sejak puluhan tahun yang lalu yaitu polri dan kejaksaan. Perang statement yang mungkin menurut saya adalah brutal terjadi setiap hari di saluran televisi kita (ato mungkin paling sering Cuma di TV one ma di Metro TV kali , dan aku rasa ratingnya juga tinggi sekali he he he). Meskipun sudah menjadi sebuah rahasia umum kalau di kedua institusi yang saya sebutkan tadi terdapat borok yang sulit hilang, saya tidak mengatakan bahwa kedua institusi tersebut jelek karena institusi tersebut berdiri dengan sebuah tujuan mulia yaitu mensejahterakan rakyat Indonesia sebagai ultimate outputnya, dan karena kelakuan beberapa oknum di institusi tersebut mencoreng dan menjatuhkan nama baik institusi tersebut.

Terlepas dari gambaran dan opini masyarakat bahwa di Indonesia ini terdapat banyak polisi yang korup yang bisa diajak “kong-kalikong” asal ada uang, trus jaksa yang bisa ngeberesin semua masalah asal fee nya pas. Kepercayaan saya terhadap polisi merosot jauh ke titik terendah manakala saya membaca berita di media masa yang kerap memberitakan kasus penyuapan polisi maupun jaksa “apa mereka gak punya otak apa sudah dikasih kepercayaan tapi kok malah meyalahgunakannya lebih parah lagi mereka tuh dah digaji ndak kayak ketua RT yang gak jelas digaji apa tidak!” (kalo di tempat saya gak digaji tetapi dapat bingkisan hari raya pas lebaran  100 rebu, kok bisa tahu? Ya karena bapak saya ketua RT he he he). kira-kira begitulah pikiran saya ketika mendengarkan kasus-kasus demikian. Akan tetapi kepercayaan saya kepada polisi seketika meroket sampai titik paling tinggi ketika melihat seorang polisi muda yang membantu anak-anak SD menyeberang jalan dengan wajah yang ramah penuh senyuman atau saat melihat polisi yang membantu seorang pengendara mobil yang mogok, pada saat itulah saya dapat melihat bagaimana seharusnya seorang polisi, seperti slogan yang mereka miliki “ polisi mengabdi dan melayani masyarakat” (wahai polisi jangan sampai engkau lupa akan sumpahmu). Terlepas dari hingar-bingar opini yang berusaha menjatuhkan nama polri saya sendiri mempunyai keyakinan bahwa tidak semua polisi itu bobrok mungkin hanya sebagian kecil saja yang bobrok dan perlu dibenahi dan hal itu merupakan hal yang wajar serta merupakan sebuah tantangan yang harus segera dijawab oleh kepolisian, trus kalo soal kejaksaan aku gak bisa ngasih contoh jaksa yang baik tuh kayak apa  he he maklum secara pribadi menurut aku profesi jaksa tuh susah dan ribet jadi aku gak bisa ngasih koment.
Dimulai dengan kegemparan saat diperdengrkannya rekaman hasil sadapan KPK di kejaksaan agung yang sontak seakan menohok berbagai pihak (kepolisian dan kejaksaan) yang selama ini selalu duduk manis angkuh dan merasa tidak berdosa. Satu persatu statement dari para tokoh yang dituding diujikan di tengah masyarakat, masyarakat yang sudah muak dengan birokrasi yang bertele-tele dan korupsi yang merajalela sepertinya serempak dan kompak mendukung KPKyang selama ini telah menjadi perpanjangan tangan mereka dalam memberantas korupsi (meskipun tidak seratus persen masyarakat mendukung KPK).  Layaknya sebuah debat terbuka kedua pihak gencar melayangkan berbagai pernyataan untuk memperkuat kedudukan mereka dimata publik. Pihak kepolisian yang pada awal pertandingan sudah mengalami serangan telak dari publik yang memojokkan pihak mereka berusaha membalas dengan menggelar berbagai bukti di depan para anggota dewan, yang kemudian juga didukung oleh kejaksaan. Tak lama kemudian gelora  semangat perubahan untuk membersihkan penegakkan hukum dari mafia2 yang disinyalir menjadi parasit di tubuh polisi dan kejaksaan pun semakin menggelegar bahkan hal tersebut sepertinya ikut mempengaruhi presiden yang kemudian membuka po box khusus untuk pengaduan mengenai mafia hukum. Drama pun terus bergulir tim pencari fakta atau tim8 yang dibentuk oleh presiden mulai mengambil peran dari drama kolosal ini satu persatu orang2 yang terlibat di panggil untuk diminta klarifikasinya hingga akhirnya mengeluarkan rekomendasi.
Belum reda isu mengenai mafia hukum muncullah kesaksian wiliardi yang semakin memperuncing perseteruan dugaan rekayasa kasus pun kembali membumbung tinggi kericuhan ini telah menyusup ke berbagai sendi sosial memperkeruh kepercayaan masyarakat pada institusi negara………

PUBLIC RULES!!!!!

Seperti sebuah persidangan publik seakan-akan bibit dan candra sudah divonis bebas oleh hakim publik yaitu masyarakat meskipun hal tersebut masih dapat diperdebatkan, akan tetapi terdapat suatu hal yang memang benar sudah terjadi bahwa dimulai dengan media yang kemudian menyulut reaksi berantai di masyarakan menggelorakan sebuah   opini atau pandangan bahwa bibit dan candra tidak bersalah, indikasi dari hal ini dapat kita lihat dari munculnya berbagai macam dukungan dari baerbagai lapisan masyarakat terhadap pak Bibit dan pak Candra salah satunya yang fenomenal adalah gerakan 1.000.000 dukungan bebaskan bibit candra dari salah satu situs jejaring sosial yang sangat popular di Indonesia yaitu facebook selain facebook sendiri perbincangan mengenai dukungan terhadap kedua ketua kpk non aktif tersebut juga ramai di berbagai jejaring sosial seperti twitter dan kaskus serta situs2 lainnya.

24745021

Dan kekonyolan pun terjadi………

Sejak maraknya perang statement di media beberapa pihak berinisiatif melakukan klarifikasi baik oleh tim 8 yang dibentuk oleh presiden SBY maupun dari komisi III DPRyang membidani masalah hukum (kalo gak salah) sejak saat itulah mulai muncul berbagai pernyataan yang menurut saya lucu dan sebagian sangat konyol. Diantaranya adalah:
Pernyataan kapolri yang menyatakan bahwa tidak dapat menggunakan rekaman penyadapan kpk yang diputar di MK sebagai barang bukti untuk menjerat Anggodo. Hal ini menggelitik karena pada saat yang hampir bersamaan Kapolri menyatakan bahwa rekaman tersebut tidak dapat digunakan sebagai bukti karena masih memerlukan pembuktian dari berbagai ahli apakah rekaman tersebut asli atau tidak sementara itu di tempat lain anggodo dengan ber “api-api” mengklarifikasi maksud dari percakapannya yang telah disadap KPK di TV one (di sini Anggodo dengan terang-terangan mengakui bahwa rekaman tersebut adalah suaranya bahkan sempat minta maap sama pak presiden segala) lho orangnya aja ngomong kalo itu adalah suaranya tapi pak polisi kok gak percaya (pada waktu sebelumnya anggodo juga pernah mengaku melakukan penyuapan tapi juga didiemin aja ma pak polisi). Gimana to ini pak polisi kok jadi lucu gitu loh. Kalo Gusdur pasti komentarnya kayak gini “polisi tu senenganne kok repot”

  • Pernyataan seorang anggota DPR komisi III (saya gak tau namanya) kurang lebih kata-katanya seperti ini “polisi jangan mau di desak oleh gerakan para facebooker”, menurut saya hal tersebut sangat konyol jika diucapkan oleh seorang anggota dewan yang terhormat, bukankah mereka dulu saat kampanye selalu menghargai suara masyarakat biarpun jumlahnya hanya sekian ratus orang (facebooker tentunya juga anggota masyarakat kan?) mungkin biar nambahin suara kali ya biar bisa kepilih, tapi lihat sekarang 1.000.000 orang menyatakan dukungannya eh anggota DPR yang dulu ngemis-ngemis suara dari masyarakat boro-boro mendengarkan suara masyarakat malah kemudian mengatakan dengan entengnya untuk gak usah mempedulikan suara mereka semua, saat mendengar kata-kata itu dalam pikiranku aku berkata “Anjing nih orang gak tau diri banget!!!”
  • Penjelasan dari kejaksaan agung saat menjelaskan mengenai bukti bahwa mobil muladi dan mobil dinas kpk ada di tempat yang sama sebagai dasar tuduhan telah terjadi serah terima uang  (di pasar apa lupa saya namanya). Yang membuat hal ini lucu adalah pak jaksa agung kemudian menganalogikan bahwa keberadaan kedua mobil di tempat yang sama adalah sama dengan terdapat dua orang dalam satu kamar hotel yang satu laki-laki dan yang satu perempuan, trus pak jaksa agung bilang kalo meskipun mereka gak tau apakah kedua orang di dalam hotel melakukan persetubuhan akan tetapi persetubuhan akan dapat dituduhkan pada mereka karena mereka terbukti pernah berada dalam satu kamar hotel, ya memang benar kalau hal tersebut dapat dijadikan sebuah bukti bahwa mereka telah bersetubuh akan tetapi hal tersebut juga membuktikan bahwa si jaksa agung nih punya pikiran yang ngeres alias mesum he he he he benar kan? kenapa dia gak ngasih analogi yang lain eh malah ngasih alaogi yang kaya beginian :D .
  • Masalah sumpah…… semua orang bersumpah atas nama tuhan  baik pak Bibit pak Candra maupun pak Susno, menurut saya hal itu sama aja kayak makan cabe semua orang tau kalo makan cabe itu pedas tapi semua orang juga tau yang ngerasaain pedas tuh cuman orang yang makan cabe orang di sebelahnya nggak ngerasan pedas sama sekali. Seperti halnya ketika seseorang bersumpah atas nama tuhannya menurut saya sumpah tersebut adalah sebuah sumpah “basa-basi” atau simbolis sebagai penekanan aja karena seseorang (mungkin) hanya akan bertemu tuhan setelah mati, kenapa mereka gak bersumpah demi orang tua mereka kalu ada demi anak istri mereka atau demi orang-orang yang ada di sekitarnya orang yang setiap hari mereka temui saya rasa hal tersebut akan lebih memiliki “nilai” dari pada menjadikan hal tersebut sebagai masalah pribadi antara seseorang dan Tuhannya.
  • Jumpa pers dari kepolisian tgl 11 nov 09, jumpa pers ini adalah reaksi dari pihak kepolisian atas kesaksian Wiliardi Wizard pada persidangan Antasari yang menyatakan bahwa pak Wiliardi mendapat tekanan dan iming-iming akan mendapat keringanan jika mengarahkan Antasari sebagai tersangka kira-kira begitu, hal yang lucu dalam konfrensi pers ini adalah pihak kepolisian “membantah” adanya tekanan pada Pak  Wiliardi saat dimintai keterangan, menurut saya hal ini lucu sekali karena pihak kepolisian yang biasanya memiliki bukti-bukti (meskipun kadang lemah dan aneh) saat mengeluarkan pernyataan kali ini hanya “membantah” bukan “membuktikan” kemudian memutar sebuah video dengan durasi pendek memberlihatkan pak Wiliardi sedang diperiksa dengan santai (mungkin polisi akan berkelit bahwa “pembuktian” hanya akan di lakukan di persidangan kali ya he he he <yah itu mah memang lagu standarnya polisi>).
  • Pemutaran video Antasari yang kemudian oleh polisi dianggap sebagai orang pertama yang menginginkan pembubaran KPK, saya gak akan mengomentari apakah pak antasari bertingkah lucu atau tidak pada video tersebut akan tetapi lebih pada keputusan polisi untuk merilis “sepotong” video pemeriksaan Antasari yang menurut saya saat tersebut pihak kepolisian lebih mirip memutar sebuah “iklan” dari pada “bukti”   sebuah iklan untuk dalam tanda kutip menggiring opini publik. Seperti yang kita sekalian ketahui iklan itu biasanya bersifat melebih-lebihkan dan kadang bersifat bujuk rayu. Trus kesalahan yang lebih fatal lagi adalah pemutaran yang hanya “sepotong” bukankah itu malah hanya akan membuat masyarakat berpikir bahwa sebenarnya polisi lah yang mengarang2 hal tersebut kemudian memasukkan “sepotong video Antasari (mungkin dah di edit disesuaikan dengan tujuan kepolisian who knows?) sebagai pemanisnya”. Seperi film holywood thrillernya sudah pasti keren tapi kalo diputar penuh film tuh belom pasti keren. Anyway sebuah benda memilki makna ketika benda tersebut berada dalam suatu lingkup yang disebut dengan konteks ketika sebuah benda diambil dari konteksnya maka benda tersebut tidak akan memiliki makna yang tetap karena makna benda tersebut sudah tidak ditentukan oleh konteksnya melainkan dari sudut pandang oarng yang menilainya (dalam hal ini sudut pandang manusia sangat beragam sehingga makna yang ditangkap pun dapat beragam pula).Potongan video Antasari pada akhir jumpa pers tersebut layaknya sebuah benda yang diambil dari konteksnya (konteks dalam hal ini adalah video tersebut seutuhnya) sehingga artinya pun dapat beragam  tergantung persepsi orang yang menilainya. Note, Antasari yang ketawa pada akhir video kayaknya dah diedit tuh malah bikin orang makin curiga :D

Ok sekian post saya semoga bermanfaat, kalau ada pihakyang merasa tersinggung dengan tulisan saya dan merasa bahwa saya telah menyebarkan kebohongan silahkan gunkan hak jawab anda jika ternyata anda yang terbukti benar maka dengan senang hati saya akan meminta maaf
Btw tulisan ini di post 2 hari setelah penulisannya karena penulis mengalami kendala teknis :)
wasalam

15
Oct
09

MIYABI MAKIN TERSOHOR

ozawa

Maria Ozawa atau Miyabi akan datang ke indonesia. Berita tersebut terdengar santer di berbagai media di Indonesia beberapa minggu belakangan ini, saya sendiri tau berita ini dari kaskus, lumayan kaget juga sih waktu pertama mbaca “Miyabi” gitu loh LOL, cewek yang menjadi salah satu penghuni dari mimpi terliar (banyak) cowok. Akan tapi hal tersebut akan sulit menjadi kenyataan karena banyaknya anggota masyarakat yang beramai-ramai menolak kedatangannya.

Siapa sih miyabi alias Maria Ozawa, kalo kamu cowok dan umur kamu antara 16 – 30 tapi gak kenal Maria Ozawa AKA Miyabi berarti kamu kurang gaul (atau itu setidaknya yang dikatakan temen2 saya). Nih adalah contoh film2 yang dibintangi oleh cewek blasteran jepang kanada ini

maria_ozawa_meath_note

maria_ozawa_soap

mariaozawa

udah aku sensor tapi tetep aja gak layak untuk dikonsumsi orang yang belum dewasa. Gambar ini aku dapetin dari sebuah situs yang isinya link dimana kita bisa mendownload (atau bahasa kerennya mengunduh LOL) film (maap) porno, di situs ini dipajang banyak sekali film sejenis dengan berbagai pemeran dan judul. tinggal klik aja kita dapat langsung mendownload film tersebut dari beberapa file hosting. (demi kedamaian dunia saya tidak akan menyebutkan alamat situs tersebut di tulisan ini :D ) Jika ada yang nanya “apa penulis pernah mendownload film dari situs ini??” jawabannya “pernah” XD (kebetulan film yang pernah saya downlad situs ini juga diperankan oleh Maria Ozawa alias Miyabi XD)

Kembali ke isu utama, konon kabarnya sebuah rumah produksi (maxima picture) akan mengundang bintang “panas” ini ke indonesia untuk membintangi sebuah film komedi yang direncanakan berjudul “Menculik Miyabi” film yang katanya “cuman” film komedi ini bercerita tentang penculikan Miyabi yang berperan sebagai  seorang pemilik perusahaan pakaian dalam asal Jepang, yang sedang berada di Indonesia.

Rencana yang cukup kontroversial dan mengundang banyak opini dari berbagai tokoh masyarakat ini segera memunculkan pro dan kontra. MUI dan FPI menyatakan penolakan keras terhadap rencana ini, sedangkan beberapa pihak yang lain (mungkin pihak penggemarnya Miyabi kali ya) merasa kalau sikap MUI dan FPI tersebut terlalu berlebihan pasalnya Miyabi datang ke indonesia kan mau membintangi film komedi bukan film (maap) porno.

Kontroversi ini sempat dibumbui dengan berbagai aksi unjuk rasa dari berbagai unsur masyarakat bahkan dengan cara yang nyeleneh seperti membakar pakaian dalam yang dilakukan oleh mahasiswa STAIN Kudus (yang ada di dalam pikiran saya saat mendengar berita itu adalah “pakaian dalam yang dibakar tuh baru atau bekas, trus kalau bekas, bekasnya siapa?? LOL) sebagian lagi memakai taktik demonstrasi yang klasik yaitu dengan menggelar orasi di depan publik. Dan sepertinya gerakan penolakan tersebut membuahkan hasil, Miyabi yang sedianya akan datang ke Indonesia tanggal 14 oktober 2009 akhirnya batal.

Bagi sebagian fans Miyabi hal ini merupakan sebuah kabar yang tidak menyenangkan karena mereka urung melihat idolanya secara langsung (ha ha padahal kalo lihat filmnya pasti banyak adegan yang di close up jadi ngapain juga penggemarnya pengen nglihat secara langsung kan di filmnya bisa nglihat lebih “dekat” he he he). Di sisi lain kabar ini merupakan kabar kemenangan bagi pihak yang kontra.

Menurut pendapat pribadi saya, terlepas dari sudut pandang agama memang benar bahwa sikap penolakan kedatangan Miyabi tersebut adalah terlalu berlebihan, karena menurut saya siapapun dapat datang ke Indonesia setelah memenuhi beberapa persyaratan (persyaratan imigrasi misalnya) dan sepengetahuan saya tidak ada undang2 yang melarang orang dengan pekerjaan sebagai bintang film (maap) porno untuk masuk Indonesia (silahkan dikoreksi kalau saya salah). Jika dalam sebuah penyidikan terdapat istilah praduga tidak bersalah maka dalam hal ini sebagian masyarakat melakukan hal yang sebaliknya (tentu saja dalam konteks yang berbeda bukan lagi dalam konteks hukum) masyarakat sudah berprasangka buruk terhadap kedatangan Miyabi, memang hal tersebut tidak dapat dihindari karena pekerjaan Miyabi sebagai bintang film (maap) porno yang merupakan sebuah bidang pekerjaan yang jarang sekali digeluti oleh orang indonesia :D .

Pendapat miring masyarakat merupakan akibat dari pandangan negatif masyarakat terhadap pekerjaan Ozawa. tetapi perlu diingat bahwa pandangan negatif tersebut adalah dari masyarakat indonesia, kalo si Miyabi sendiri sih kayaknya kalem2 aja gak peduli asal gak ngelanggar hukum (hukum Jepang maksudnya), masyarakat Jepang seperinya juga gak peduli tuh dah biasa mungkin. Sekali lagi saya tekankan bahwa hal ini terlepas sepenuhnya dari sudut pandang agama mayoritas penduduk Indonesia yaitu Islam. Maka saya berkesimpulan bahwa Maria Ozawa AKA Miyabi boleh aja (atau mungkin “bebas”) dateng ke indonesia dengan catatan di Indonesia dia tidak melakukan hal yang melanggar undang2 maupun norma budaya, kesopanan dan yang terpenting norma agama di Indonesia.

Saya tidak akan mencoba mencerna masalah ini dari masalah agama karena jawabannya sudah sangat jelas dan sudah tidak perlu diperdebatkan lagi, terlebih lagi saya menyadari bahwa akan terasa sangat munafik kalau saya yang berbicara dengan berbagai macam dalil agama yang bewujud larangan akan tetapi saya sendiri melanggar larangan tersebut.

Di Indonesia terdapat banyak orang yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dalam bidang agama (terutama agama Islam) dan saya yakin merekalah yang paling pantas untuk mencerna permasalahan ini dari sudut pandang agama. dan saya rasa anda sekalian pembaca yang budiman sudah mengetahui pendapat mereka bukan? seperti halnya yang diberitakan di media bahwa MUI menolak keras kedatangan Maria Ozawa di Indonesia, dan dalam hal ini saya tidak akan memperdebatkannya.

some extra text:

P: Apakah penulis pernah menonton film yang dibintangi Miyabi?
J: pernah

P: Apakah penulis sampai ini masih menontong film2 sejenis?
J: no comment

P: Menurut penulis apa yang membuat Miyabi sangat terkenal di indonesia
J: Yang pasti bukan karena manajer promosinya, karena film2 yang dibintangi oleh miyabi tentu saja akan dilarang masuk ke indonesia dan pasti tidak akan pernah dipromosikan secara resmi di Indonesia. Jika ada seseorang menonton film miyabi atau sejenisnya maka kemungkin kecil dia menonton film tersebut karena terpaksa atau dipaksa melainkan karena dia mau. Memang benar ada yang menawarkan (contohnya adalah situs yang saya uraikan di atas) akan tetapi mau dan tidaknya seseorang untuk menikmati tontonan seperti ini adalah tergantung kepada keputusan orang tersebut.

Maka jika anda bertanya kepada saya kenapa Miyabi terkenal di Indonesia jawabannya adalah karena (sebagian) orang Indonesia sendiri yang membuat Miyabi negitu tersohor. Orang2 yang memutuskan mau/bersedia menonton film Miyabi tersebut dan menganggap hal itu “menarik” mulai menyebarkannya ke teman2 di sekitarnya maka dalam waktu singkat maria Ozawa segera menjadi terkenal di Indonesia.

Jadi jika anda mau menyalahkan seorang Maria Ozawa atau bintang film (maap) porno lainnya dalam kebejatan moral yang terjadi di masyarakat yang disinyalir di picu oleh tontonan yang tidak pantas, maka pikirkan sekali lagi apakah “hanya” mereka saja yang patut disalahkan, apakah kita tidak mau bersikap dewasa dan mengakui bahwa kita sendiri juga berperan besar dalam degradasi moral di masyarakat kita??

P: Wow pertanyaan satu kalimat jawabannya panjang amat :D
J: Whatever.

poster




Tanggal

May 2012
M T W T F S S
« May    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archive

Kategori

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.